Berapa Harta Kekayaan Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat yang 'Hobi' Bagi-bagi Duit hingga Ngonten Bareng Warga?
- jabarprov.go.id
tvOnenews.com - Siapa yang tidak mengenal sosok Dedi Mulyadi? Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM ini hampir selalu menghiasi lini masa media sosial dengan aksi blusukannya.
Tak jarang, ia juga terlihat sangat royal membagikan bantuan uang tunai kepada warga yang ditemuinya di jalan.
Anda mungkin salah satu yang penasaran, dari mana asal pundi-pundi rupiah pria yang hobi mengenakan iket kepala ini hingga bisa dermawan itu? Berikut penjelasannya.
- Taufik Hidayat/tvOnenews.com
Jika Anda mengira kebiasaan KDM bagi-bagi uang berasal dari gajinya sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, Anda keliru. Faktanya, gaji bulanan KDM hanya berkisar Rp8,1 juta.
Alih-alih memperkaya diri dari anggaran negara, KDM justru dikenal sangat "pelit" dalam menggunakan dana dinas. Berikut beberapa langkah efisiensinya pada tahun 2025.
Kang Dedi melakukan pemangkasan anggaran dengan mengurangi biaya pakaian dan perjalanan dinas dari Rp1,5 miliar menjadi hanya Rp100 juta. Dari pagu tersebut, ia tercatat hanya menggunakan sekitar Rp47 juta.
Selain itu, ia juga mengalokasikan dana operasional sebesar 0,15% dari pendapatan daerah (sekitar Rp21,6 miliar), yang ia arahkan sepenuhnya untuk membantu kepentingan rakyat secara langsung.
- Antara
Selain itu, kekuatan finansial KDM yang sebenarnya justru datang dari kreativitasnya mengemas aksi blusukan menjadi konten digital.
Per April 2026, dua kanal YouTube utamanya memberikan pemasukan yang bisa dikatakan sangat fantastis.
Melalui dua kanal YouTube utamanya, Kang Dedi Mulyadi Channel dan Lembur Pakuan, ia diperkirakan mampu meraup penghasilan fantastis hingga Rp72 miliar dalam setahun.
Pemasukan ini jauh melampaui gaji resminya dan menjadi modal utamanya untuk sering berbagi kepada warga.
Meski memiliki arus kas yang besar dari media sosial, laporan kekayaan resminya (LHKPN) mencatat total aset bersih sebesar Rp20 miliar hingga akhir 2025.
Kekayaan ini mayoritas berupa aset tidak bergerak seperti tanah dan bangunan di Subang serta Purwakarta yang nilainya mencapai belasan miliar rupiah.
Selain itu, ia memiliki koleksi kendaraan bermotor senilai Rp7,9 miliar dan aset bergerak lainnya.
Load more