News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Sidak Galian Ilegal di Subang, Pengelola Mengaku Setor ke Oknum Aparat Lebih dari Rp15 Juta per Bulan

Dedi Mulyadi sidak galian ilegal di Subang. Pengelola mengaku setor ke oknum aparat lebih dari Rp15 juta per bulan. Simak fakta lengkapnya di sini. 
Minggu, 24 Mei 2026 - 08:39 WIB
Dedi Mulyadi dan Pekerja Galian di Subang
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Angka itu bukan rumor, tapi pengakuan langsung dari mulut pekerja di lokasi. Dedi Mulyadi turun sendiri ke lahan galian ilegal di Subang, mendesak pekerja bicara jujur, dan yang keluar adalah deretan nama aparat beserta nominal setoran bulanan yang bikin geleng kepala.

Sidak ini bermula dari laporan warga. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi bercerita bahwa ia sempat lupa di mana acaranya hari itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 "Hari ini saya ingin mencari titik lokasi. Waktu itu saya lupa acara di mana ya. Enggak tahu acara di Ciamis, enggak tahu acara di Sumedang. Oh, di Sumedang. Acaranya di Sumedang," ujarnya. 

Dari sana, ia teringat laporan seorang warga yang datang langsung kepadanya. 

"Ada warga ini di daerah sini itu datang untuk menyampaikan bahwa dia resah dengan adanya galian liar. Maka saya ingin mengecek galian liar ini dan ini bukan Kabupaten Sumedang," lanjutnya.

Dalam perjalanan menuju lokasi, Dedi Mulyadi tak bisa diam melihat kondisi jalan kabupaten yang rusak parah. Ia menyebut masalah ini sudah lama dibiarkan.

 "Ini salah satu problem dari jalan-jalan kabupaten itu adalah jalan tidak pernah ada pemeliharaan. Jadi kayak rumput yang tinggi. Akhirnya air menggenang jalan dan akibatnya jalan yang berhotmix tidak pernah lama umurnya," katanya. 

Solusinya pun ia sebut tegas, "Selain datarannya rendah tidak ada drainasenya. Memang solusinya kalau jalannya jarang dipelihara harus diganti dengan beton. Itu solusinya karena jalannya jarang dipelihara."

Setibanya di lokasi, Dedi Mulyadi langsung menyapa para penggali. "Galian siapa ini kang?" tanyanya. 

"Galian orang sini pak," jawab salah satu penggali. 

Ia langsung mempertanyakan legalitasnya. "Izinnya, ada izinnya gak? Ini berhenti dulu, siapa pemiliknya? Pemiliknya mana?" cecar Dedi Mulyadi. 

"Di rumah, katanya pak," jawab penggali.

Dari situ terungkap lahan galian itu luasnya sekitar 3 hektar. "Ini berapa hektar semuanya?" tanya Dedi Mulyadi.

 "Ada sekitar 3 hektar," jawab penggali. 

"Ya 3 hektar, ada berapa pemiliknya?" kejar Dedi Mulyadi. 

"Pemiliknya ada 6 orang," jawab penggali.

Dedi Mulyadi langsung menyentil soal kewajiban pajak yang seharusnya masuk ke kabupaten. 

"Kan nanti bisa kumpul, nanti saya panggil semua pemilik sawahnya dan pembeli tanahnya. Berarti kan ada kewajiban pajak yang dibayar ke kabupaten bukan ke provinsi. Ke kabupaten, kan melewati jalan. Jalannya jadi rusak gak kalau dilewati?" tanyanya. 

"Ya mungkin rusak pak," jawab penggali. "Ya pasti rusak, gak usah pakai mungkin," potong Dedi Mulyadi.

Ia kemudian beralih ke soal alat berat. "Ini alat beratnya milik siapa? Akang pemilik alat beratnya? Hebat punya alat berat, punya berapa?" tanyanya. 

"Punya tiga, di bendungan 2, di sini juga," jawab pekerja lainnya. 

"Nambangnya di bendungan juga nambang?" tanya Dedi Mulyadi. 

"Ini mah bendungan, Margahayu, dan Munjul satu," jawab pekerja. "Satu grup? Pemilik alat beratnya siapa?" tanya Dedi Mulyadi. 

"Dudi," jawab pekerja.

Lalu Dedi Mulyadi masuk ke pertanyaan yang paling panas. "Bayar ke siapa aja? Ayo jujur, selama ini bayar ke siapa?" desaknya. 

Pekerja awalnya berputar-putar, hanya menyebut soal koordinasi lingkungan dan jalan. Saat terus dicecar, pekerja menjawab, "Ya kalau itu mah jelas udah rahasia umum." 

Dedi Mulyadi  tak mau menerima jawaban itu. "Gak usah rahasia umum, kan harus diperbaiki," tegasnya.

Akhirnya pekerja buka suara. "Ya ke aparat, kalau namanya gak inilah. Polsek, Polres," ungkapnya. 

Dedi Mulyadi terus mengejar. "Ke siapa yang terima uangnya?" desaknya. 

"Ya ada yang mengkoordinirnya, anggota. Dinas," jawab pekerja. "Iya ke dia, berapa bayarnya?" tanya Dedi Mulyadi. 

Pekerja pun menyebut angkanya, "Ya paling satu bulan itu kalau ke Polres Rp10 juta, Polsek Rp5 juta, ke Satpol dan gitu kan dari satu titiknya Rp1 juta." 

Dedi memastikan lagi, "Satu titik itu satu lokasi, segini itu Rp1 juta, kalau tiga, Rp3 juta per bulan. Bayar ke Satpol PP ke siapa?"

Setelah pekerja menjawab, Dedi Mulyadi menutupnya dengan satu kalimat, "Pantas gak ditutup karena terima uang ya."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi Mulyadi menegaskan akan memanggil seluruh pemilik lahan dan pembeli tanah untuk dimintai pertanggungjawaban atas aktivitas galian ilegal tersebut.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Kualifikasi MotoGP Indonesia 2026: Raul Fernandez Kembali Kuasai Sirkuit Mandalika dengan Amankan Pole Position

Hasil Kualifikasi MotoGP Indonesia 2026: Raul Fernandez Kembali Kuasai Sirkuit Mandalika dengan Amankan Pole Position

Hasil Kualifikasi MotoGP Indonesia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, dimana pole position berhasil diraih oleh rider Trackhouse, Raul Fernandez.
Dosen Sekolah Tinggi Agama di Aceh Diduga Lecehkan Sejumlah Mahasiswi, Dosen Lainnya Harap Oknum Tidak Kembali ke Kampus

Dosen Sekolah Tinggi Agama di Aceh Diduga Lecehkan Sejumlah Mahasiswi, Dosen Lainnya Harap Oknum Tidak Kembali ke Kampus

Seorang dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, diduga melecehkan sejumlah mahasiswi. Apabila tidak ada penyelesaian yang tegas, dosen dan mahasiswa mempertimbangkan untuk menghentikan kegiatan belajar-mengajar sebagai bentuk protes.
Rio Ferdinand Tak Bisa Jamin Duel MU Vs Arsenal di SUGBK Berjalan Santai, Singgung Benturan Antarpemain

Rio Ferdinand Tak Bisa Jamin Duel MU Vs Arsenal di SUGBK Berjalan Santai, Singgung Benturan Antarpemain

Manchester United dan Arsenal akan kembali dipertemukan dalam pertandingan ekshibisi yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Duel para legenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal

Pertamina dukung bank sampah Desa Kuta, pengelolaan sampah kawasan wisata Mandalika lebih optimal.
Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Lomba Bidar Tradisional Kodam II Sriwijaya Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penjaringan Atlet

Kodam II Sriwijaya kembali menggelar Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam di Venue Dayung, kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (10/10/2026).
Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Ada Laga Persib 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Siapkan Pengamanan Tanpa Celah

Persib akan berlaga pada 11, 14 dan 18 Oktober 2026 di Stadion Si Jalak Harupat. Pihak kepolisian mengingatkan agar Bobotoh menjaga perilaku selama pertandingan.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT