Dedi Mulyadi Salut dengan Remaja Penjual Rempeyek yang Tumbuh Tanpa Ayah: Hebat Kamu Nak
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Sepulang sekolah ia berjualan rempeyek milik saudaranya, Pak Yayan, dengan keuntungan Rp2.000 per bungkus. Sehari ia bisa menjual 15 hingga 20 bungkus, dan seluruh hasil dagangannya pun ia tabung ke rekening sang ibu.
"Terus jajan ke sekolah sehari berapa?" tanya Dedi Mulyadi.
"Sehari kadang 5.000, kadang 10.000. Ditabungin," jawab remaja itu.
"Hebat. Kamu sudah punya tabungan berapa?"
"Punya Rp1,5 juta," jawab remaja itu.
"Pulang sekolah kamu jualan. Punya siapa jualannya?"
"Punya saudara, Bapak Yayan. Sehari kadang 20 bungkus, kadang 15. Sebungkusnya untung 2.000," jawab remaja itu.
"Oke, jadi kalau sehari 20 bungkus kamu dapat Rp40.000. Ditabungin juga? Jadi hasil nabung kamu udah berapa sekarang?" lanjut Dedi Mulyadi.
Mendengar semua itu, Dedi Mulyadi tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Seorang anak yang ditinggal ayah, hidup dalam keterbatasan, namun justru memilih berjuang dan menabung dengan penuh kesadaran.
Ia langsung memberikan apresiasi dan menjanjikan tambahan tabungan sebesar Rp5 juta, dengan satu syarat, sang ibu harus menemui Dedi Mulyadi langsung dan membawa buku tabungan sebagai bukti nyata.
"Begini, nanti kasih tahu sama Mama ya. Pak Dedi mau nambah tabungannya 5 juta, tapi buku tabungannya bawa ke Pak Dedi. Nanti hubungin nomor ajudan Pak Dedi, saya kasih nomornya. Suruh Mamanya hubungin, bawa buku tabungannya. Nanti kalau benar-benar kamu nabung punya 1,5 juta, Pak Dedi mau nambah 5 juta tabungannya," ucap Dedi Mulyadi.
Momen pertemuan yang mengharukan itu kemudian Dedi Mulyadi abadikan di Instagram pribadinya dengan caption singkat yang langsung viral dan menyentuh jutaan pembaca.
"Berjuang, tumbuh dewasa tanpa kepedulian seorang ayah. Hebat kamu Nak," tulis Dedi Mulyadi.
(anf)
Load more