Marak Kriminalitas di Jalan, KDM Rapatkan Barisan Bentuk Tim Khusus Antibegal
- dok.kolase tvOnenews.com /Gemini AI/Jabarprov
Jakarta, tvonenews.com- Kriminalitas di jalan tengah marak terjadi, seperti begal. Fenomena ini juga mendapatkan perhatian Dedi Mulyadi disapa KDM.
Melihat fenomena begal yang banyak terjadi diberbagai daerah. KDM pun langsung membentuk tim khusus antibegal.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini dan pencegahan kejahatan di Jawa Barat. Ini dibentuk bersama jajaran kepolisian, termasuk Satuan Brimob Polda Jawa Barat.
Langkah tersebut ditegaskan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov Bandung) memperkuat keamanan warganya.
Disampaikan kalau pembentukan tim antibegal, bagian dari tindak lanjut arahan Kapolda Jawa Barat untuk memperkuat langkah antisipatif sebelum kondisi menjadi lebih serius.
- dok.kolase tvOnenews.com /Gemini AI/Jabarprov
“Darurat sih tidak, tapi mumpung belum darurat, lebih baik kita cegah dari sekarang,” ujar Farhan, dalam jabarprov, Rabu (3/6).
Alasan lain atas tim antibegal, karena adanya peningkatan kasus begal mulai terlihat dari laporan yang hampir muncul setiap pekan.
Kendatinya, kata Farhan pencegahan menjadi fokus utama melalui penguatan patroli dan keterlibatan berbagai unsur keamanan.
Tim khusus antibegal ini, juga tergabung dengan Patroli gabungan yang dijalankan melalui dua program. Diantaranya, yakni Jawara Sakti dan Ujang Barong.
“Prinsipnya tidak boleh ada yang menunggu. Kalau menunggu, kejadian sudah terlambat,” tegasnya.
Perlu untuk diketahui, kalau Jawara Sakti adalah program dengan kolaborasi Satpol PP bersama masyarakat. Konsepnya, jaga wilayah yang melibatkan warga dan Satlinmas secara aktif.
Sementara itu, Ujang Barong adalah program kepolisian yang mengedepankan sinergi unsur kewilayahan dan masyarakat dalam kegiatan ronda untuk menjaga keamanan lingkungan.
Sementara untuk penindakan, Farhan memastikan aparat akan mengedepankan perlindungan hak sipil.
“Kalau memang mengancam, tentu ada penindakan tegas. Tapi kalau bisa dilumpuhkan, kita bawa ke kantor,” katanya.
Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan tagar Jakarta Darurat Begal menyusul banyaknya kasus begal yang terjadi belakangan ini, terutama di wilayah Jakarta Barat.
Kejahatan begal yang terjadi membuat masyarakat Jakarta, dan sekitarnya jadi khawatir, khususnya para pekerja yang sering pulang malam.
Dengan fenomena ini, Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez menyatakan penindakan kejahatan jalanan seperti begal harus dibarengi juga dengan pembenahan infrastruktur seperti penerangan jalan umum dan CCTV.
“Patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal,” tegas Gilang Dhielafararez dalam keterangan resmi dalam laman resmi DPR.(klw)
Load more