Pesan Haru Rieke Diah Pitaloka untuk Nanik S. Deyang: Kadang Kamu Disepelekan Orang, tapi Allah Mendengarkan
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @riekediahp / Laman Resmi BGN
tvOnenews.com - Rieke Diah Pitaloka menyampaikan pesan haru yang menyentuh hati kepada Nanik S. Deyang, sosok yang kini resmi memimpin Badan Gizi Nasional (BGN), seorang perempuan yang pernah bersuara keras soal gizi anak Indonesia, meski kerap disepelekan.
Nanik S. Deyang resmi dilantik sebagai Kepala BGN pada Selasa, 2 Juni 2026, ditunjuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot dari jabatannya.
Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, dan dikenal vokal saat melakukan inspeksi mendadak ke berbagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rieke Diah Pitaloka, anggota DPR RI yang tengah menjalankan tugas sebagai Pengawas Haji 2026, menyampaikan apresiasinya lewat unggahan di Instagram pada 3 Juni 2026 .
"Aku ucapkan selamat berjuang untuk besti kita, bestiku Mbak Nanik. Doa kita didengar Allah sepanjang perjalanan tugas Pengawas Haji DPR RI 2026. Aku doakan dirimu, air matamu, ocehan teriakanmu yang kadang kamu malah disepelekan orang, Allah mendengarkannya," ujar Rieke.
Keduanya rupanya telah lama mendiskusikan persoalan gizi anak Indonesia secara serius.
Rieke mengungkapkan bahwa Nanik sendiri pernah menyarankan agar ada perubahan regulasi yang lebih menyeluruh.
"Aku terus berpikir, Mbak Nanik, bagaimana saran dari Mbak Nanik ada konstruksi perubahan regulasi atas pemenuhan gizi anak-anak kita, anak-anak Indonesia. Artinya ada regulasi terkait MBG, menurut Mbak Nanik jangan cuma satu, Mbak Rieke, ada dua, yaitu Perpres 83 Tahun 2024 dan Perpres 115 Tahun 2025 yang harus direvisi," ungkap Rieke menirukan pesan Nanik.
Rieke juga menceritakan momen yang ia saksikan langsung selama bertugas di Arab Saudi.
Ia mengaku heran ketika di tengah kerepotan mengurus kepulangan jamaah haji, mantan Kepala BGN justru bicara soal ekspansi lembaga ke luar negeri.
"Saya saksi hidup bagaimana para pimpinan Timwas dan anggota Timwas dan juga kementerian terkait memperjuangkan agar tidak terjadi kekurangan makanan, terutama pada saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, itu bukan persoalan yang mudah. Dan di saat yang bersamaan, pada tanggal 31 Mei, di tengah kami sedang memperjuangkan bagaimana pemulangan itu berjalan dengan baik, Kepala BGN itu mengatakan bahwa sedang memperjuangkan ada BGN di Saudi. OMG!" kata Rieke.
Lebih jauh, Rieke menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar urusan program pemerintah, melainkan hak dasar warga negara.
"Pemenuhan gizi merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 Ayat 1 dan juga Pasal 34 tentang tanggung jawab negara dalam penyediaan pelayanan dasar. Karena itu, program Makan Bergizi Gratis harus ditempatkan sebagai instrumen pembangunan manusia Indonesia, bukan semata-mata program administrasi pemerintah," tegasnya.
Ia pun mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang melakukan perombakan pimpinan BGN, sekaligus mendukung Kejaksaan Agung yang tengah mengusut berbagai indikasi kerentanan korupsi dalam pelaksanaan MBG.
Menurut Rieke, persoalannya bukan pada figur pimpinan semata, melainkan pada desain tata kelola yang masih menyisakan ruang penyimpangan, mulai dari penentuan lokasi SPPG, pengadaan barang dan jasa, rantai pasok pangan, hingga konflik kepentingan dalam penunjukan vendor.
Karena itu, Rieke mendesak Presiden Prabowo untuk segera menerbitkan satu Peraturan Presiden yang komprehensif tentang Tata Kelola Pemenuhan Gizi Nasional, menggantikan Perpres 83 Tahun 2024 dan Perpres 115 Tahun 2025 yang dinilai perlu dicabut.
"BGN harus ditempatkan sebagai orkestrator kebijakan nasional, bukan pelaksana yang memusatkan seluruh proses di tingkat pusat. Prinsip yang harus dibangun: orkestrasi nasional, implementasi desentralistik," pungkas Rieke.
“Seraya menutup pesannya dengan doa dan semangat. "Insya Allah semuanya berjalan lebih baik. Terus berjuang, bersuara. Salam sopan Indonesia, muah."
Sementara itu, setelah resmi dilantik, Nanik S. Deyang menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah mengawal keberlanjutan program MBG demi memastikan anak-anak Indonesia mendapat pemenuhan gizi yang optimal, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
![]()
Unggahan Rieke Diah Pitaloka. (Sumber: Instagram @riekediahp)
(anf)
Load more