News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ruben Onsu Syok Dengar Ucapan Sarwendah yang Viral, Singgung Mental Anak: Yang Dia Hina Itu Saya, Bapak dari Anaknya

Ruben Onsu akhirnya buka suara setelah mendengar ucapan Sarwendah yang viral di media sosial. Konflik pascacerai terkait nafkah Rp200 juta kini berkembang hingga memicu
Kamis, 11 Juni 2026 - 22:57 WIB
Ruben Onsu Syok Dengar Ucapan Sarwendah yang Viral, Singgung Mental Anak: Yang Dia Hina Itu Saya, Bapak dari Anaknya
Sumber :
  • instagram

tvOnenews.com - Belakangan, perhatian publik tertuju pada reaksi Ruben Onsu setelah mendengar sejumlah ucapan Sarwendah yang viral di dunia maya. 

Polemik yang awalnya berpusat pada isu nafkah Rp200 juta per bulan kini berkembang menjadi saling sindir dan memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap anak-anak mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ruben Onsu Mengaku Terkejut dengan Ucapan Sarwendah

Ruben Onsu akhirnya memberikan tanggapan secara langsung setelah melihat dan mendengar pernyataan Sarwendah yang ramai dibahas publik. 

Dalam keterangannya di program Pagi Pagi Ambyar, Trans TV, Ruben mengaku tidak menyangka mantan istrinya mengucapkan kalimat yang dianggap merendahkan dirinya.

"Astagfiruallah alazim, saya gak bisa ngomong apa-apa. Saya gak tahu apa yang dipikiran dia, bisa bicara tanpa berpikir panjang. Ketika kemarin dia datang ke podcast atau apa selalu bilang mental anak, tapi pernah gak dia berpikir bagaimana ketika itu terjadi dan diucapkan itu dia hina itu saya adalah bapak dari anaknya," kata Ruben Onsu.

Pernyataan tersebut menunjukkan kekecewaan Ruben yang merasa dirinya bukan hanya mantan suami Sarwendah, tetapi juga tetap merupakan ayah dari anak-anak mereka. 

Karena itu, ia menilai setiap ucapan yang berpotensi merendahkan dirinya juga dapat berdampak pada keluarga, terutama anak-anak.

Reaksi Ruben muncul setelah beredarnya video siaran langsung Sarwendah yang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Dalam tayangan tersebut, Sarwendah sempat membahas berbagai hal terkait kondisi hidupnya setelah perceraian.

Sarwendah Tan
Sarwendah Tan
Sumber :
  • Instagram/sarwendah29

Bermula dari Polemik Nafkah Rp200 Juta

Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah mencuat setelah kubu Ruben mengungkapkan bahwa presenter sekaligus pengusaha tersebut telah menghentikan pemberian nafkah kepada mantan istrinya selama enam bulan terakhir.

Pernyataan itu langsung memancing perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi. Di tengah ramainya pembahasan mengenai nominal nafkah yang disebut mencapai Rp200 juta per bulan, Sarwendah kemudian melakukan siaran langsung di media sosial.

Dalam sesi tersebut, Sarwendah menegaskan bahwa dirinya tetap mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri. Ia juga berbicara mengenai kondisi finansialnya yang dinilai tetap stabil tanpa harus bergantung kepada pihak lain.

Namun yang kemudian menjadi sorotan adalah penggunaan istilah "Cong" yang beberapa kali diucapkan Sarwendah saat berinteraksi dengan para pengikutnya. Kata tersebut langsung viral dan memicu berbagai tafsir dari warganet.

Kontroversi semakin berkembang ketika Sarwendah juga mengucapkan istilah lain yang dianggap sebagai kata kasar dan lazim digunakan untuk menghina seseorang. 

Meski tidak secara eksplisit menyebut nama Ruben Onsu, banyak netizen menilai ucapan tersebut mengarah kepada mantan suaminya.

Selain itu, Sarwendah juga sempat menyinggung angka Rp200 juta yang saat itu sedang menjadi topik hangat di media sosial. Kemunculan pernyataan tersebut di tengah polemik nafkah membuat publik semakin ramai berspekulasi mengenai hubungan keduanya pascaperceraian.

Kekhawatiran Soal Dampak terhadap Anak-anak

Seiring meluasnya perbincangan di media sosial, polemik tidak lagi hanya menyangkut hubungan pribadi Ruben dan Sarwendah. Perhatian kini mulai bergeser pada dampak yang mungkin dirasakan oleh anak-anak mereka.

Sarwendah memang telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegaduhan yang muncul. Namun, tidak ada pernyataan maaf yang secara khusus ditujukan kepada Ruben Onsu. Situasi itu membuat polemik belum sepenuhnya mereda.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, turut menyoroti kemungkinan dampak psikologis yang bisa timbul apabila sosok ayah terus menjadi bahan pembicaraan atau sindiran di lingkungan sekitar anak-anak.

"Nah, jadi kalau di lingkungan itu terus-menerus mungkin patut diduga ayahnya jadi bahan omongan, ayahnya kemudian dikecil-kecilkan," ujar Minola Sebayang, dikutip dari tayangan viral pada Senin (8/6/2026).

Menurut Minola, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pihak Ruben dalam menentukan langkah selanjutnya. Bahkan, muncul kemungkinan untuk mempertimbangkan berbagai upaya hukum apabila dianggap perlu demi kepentingan terbaik bagi anak-anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, hingga saat ini Ruben Onsu belum mengajukan gugatan hak asuh anak. Namun rentetan peristiwa yang dimulai dari polemik nafkah Rp200 juta, viralnya sejumlah istilah yang dianggap sebagai sindiran, klarifikasi dari Sarwendah, hingga kekhawatiran mengenai kondisi psikologis anak menunjukkan bahwa hubungan pascacerai keduanya masih menyisakan sejumlah persoalan yang belum sepenuhnya selesai.

Publik pun kini menantikan apakah kedua pihak dapat menemukan jalan damai demi menjaga hubungan yang sehat sebagai orang tua, atau justru konflik ini akan memasuki babak baru yang lebih panjang di ruang publik. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Personel Gabungan Bakal Dikerahkan, Amankan Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Monas

Ribuan Personel Gabungan Bakal Dikerahkan, Amankan Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Monas

Sejumlah personel gabungan bakal dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan elemen mahasiswa di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Review Film Perumahan Laddaland: Teror Rumah Impian yang Berubah Jadi Mimpi Buruk, Adaptasi Horor Thailand

Review Film Perumahan Laddaland: Teror Rumah Impian yang Berubah Jadi Mimpi Buruk, Adaptasi Horor Thailand

Film horor Indonesia kembali menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Jika selama ini cerita seram banyak berlatar desa terpencil, hutan atau bangunan tua,
Tak Cukup Hafal Aturan, Integrasi Ilmu Hukum dan Sosiologi Antar Mahasiswa Berbuah Prestasi Nasional

Tak Cukup Hafal Aturan, Integrasi Ilmu Hukum dan Sosiologi Antar Mahasiswa Berbuah Prestasi Nasional

Perpaduan antara ilmu hukum dan sosiologi, dua bidang yang berbeda tetapi saling berkaitan dalam memahami kehidupan masyarakat. Menguasai satu bidang ilmu saja sering
FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA resmi mengumumkan update FIFA Ranking terbaru setelah seluruh rangkaian FIFA Matchday edisi Juni 2026 telah selesai dilaksanakan.
Efisiensi Lonjakan Harga BBM, Pemkot Pontianak Kaji Sewa Kendaraan Listrik

Efisiensi Lonjakan Harga BBM, Pemkot Pontianak Kaji Sewa Kendaraan Listrik

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai menyiapkan langkah efisiensi menyusul melonjak harga BBM digunakan kendaraan dinas dan operasional pelayanan publik.
Namanya Disebut Dalam Kasus Korupsi MBG, Ini Bantahan Kapolres Bekasi

Namanya Disebut Dalam Kasus Korupsi MBG, Ini Bantahan Kapolres Bekasi

Nama Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni terlibat dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung. Namun, hal ini langsung dibantah oleh yang bersangkutan.

Trending

Review Film Perumahan Laddaland: Teror Rumah Impian yang Berubah Jadi Mimpi Buruk, Adaptasi Horor Thailand

Review Film Perumahan Laddaland: Teror Rumah Impian yang Berubah Jadi Mimpi Buruk, Adaptasi Horor Thailand

Film horor Indonesia kembali menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Jika selama ini cerita seram banyak berlatar desa terpencil, hutan atau bangunan tua,
FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA Beri Apresiasi Khusus pada Timnas Indonesia dan Argentina dalam Update FIFA Ranking Terbaru

FIFA resmi mengumumkan update FIFA Ranking terbaru setelah seluruh rangkaian FIFA Matchday edisi Juni 2026 telah selesai dilaksanakan.
Gagal Ke Final, Nova Arianto Isyaratkan Rotasi Besar-besaran Timnas Indonesia U-19 di Perebutan Juara 3 Piala AFF

Gagal Ke Final, Nova Arianto Isyaratkan Rotasi Besar-besaran Timnas Indonesia U-19 di Perebutan Juara 3 Piala AFF

Timnas Indonesia U-19 tersingkir dari perebutan slot terakhir ke babak final Piala AFF U-19 setelah kalah dari Australia. 
Orang Tua Murid Mengamuk karena Anak Gagal Masuk Sekolah Negeri, Dedi Mulyadi: Ini Bukan Kesalahan Mereka!

Orang Tua Murid Mengamuk karena Anak Gagal Masuk Sekolah Negeri, Dedi Mulyadi: Ini Bukan Kesalahan Mereka!

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merespons viralnya orang tua yang marah karena anaknya terancam tidak diterima di sekolah negeri. Ia menilai persoalan ini muncul karena keterbatasan daya
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Dewan Pers menghimpun masukan terkait usulan pengaturan karya jurnalistik dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta, melalui forum dengar pendapat dengan berbagai konstituen pers, Kamis (11/6), di Hall Dewan Pers.
Namanya Disebut Dalam Kasus Korupsi MBG, Ini Bantahan Kapolres Bekasi

Namanya Disebut Dalam Kasus Korupsi MBG, Ini Bantahan Kapolres Bekasi

Nama Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni terlibat dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung. Namun, hal ini langsung dibantah oleh yang bersangkutan.
Efisiensi Lonjakan Harga BBM, Pemkot Pontianak Kaji Sewa Kendaraan Listrik

Efisiensi Lonjakan Harga BBM, Pemkot Pontianak Kaji Sewa Kendaraan Listrik

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai menyiapkan langkah efisiensi menyusul melonjak harga BBM digunakan kendaraan dinas dan operasional pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT