Kabar Gembira dari KDM, Warga Jabar Tak Lagi Cemas Biaya Tinggi Sekolah karena Pemprov Gandeng 700 Sekolah Swasta
- jabarprov.go.id
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Dedi Mulyadi yang disapa KDM menyampaikan, kabar gembira untuk para orang tua yang tengah menyiapkan anak-anak masuk Sekolah.
Kabar ini tentu cukup membawa angin segar buat para orang tua. KDM meminta agar orang tua calon peserta didik baru tidak panik menghadapi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Gubernur Jabar itu memastikan pendaftaran telah dibuka mulai 15 Juni hingga 14 Juli 2026 dengan mekanisme yang lebih sederhana dan bisa merata.
Melihat gejolak di tengah proses pemetaan calon murid baru (PCMB) waktu lalu. Sebab sebagian orang tua yang khawatir anaknya tidak diterima di sekolah negeri.
Dengqn begitu, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Dedi Mulyadi masih terdapat sejumlah sekolah negeri yang belum memenuhi kuota peserta didik.
Dia meminta masyarakat tidak terpaku pada sekolah-sekolah tertentu yang telah dipadati pendaftar.
- jabarprov.go.id
“Berdasarkan pemetaan data yang kita miliki, ternyata masih banyak sekolah-sekolah negeri yang belum cukup peminatnya. Manfaatkan ruang ini dengan baik, jangan kekeh di sekolah yang sudah numpuk pesertanya,” tuturnya dalam bapendajabar, Selasa (16/6).
"Sekolah penyangga itu bisa dimanfaatkan. Yang penting anak-anak kita sekolah,” jelas KDM.
Solusi Pemprov Jabar: Gandeng 700 Sekolah Swasta
Sehubungan dengan situasi saa ini masuk dalam proses SPMB 2026, Kang Dedi Mulyadi menambahkan bagi siswa yang belum dapat diterima di sekolah negeri, masih tersedia pilihan bersekolah di sekolah swasta.
Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, telah menjalin kerja sama dengan ratusan sekolah swasta untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh anak.
“Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Pendidikan, ada 700 sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ungkap Gubernur Jawa Barat itu.
Perlu diketahui, kerja sama tersebut akan didukung melalui program Beasiswa Pancawaluya sehingga siswa di sekolah swasta mitra pemerintah tidak dibebani biaya pendidikan.
“Kita nanti memasuki era di mana anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah karena biayanya sudah diberikan dalam bentuk Beasiswa Pancawaluya,” jelas Dedi.
Sebelumnya isu istilah PCMB dimedia sosial tengah sempat jadi pembahasan. Hal ini muncul di tengah proses pendaftaran siswa baru di Indonesia.
PCMB merupakan proses pemetaan calon murid baru, lagi heboh di Jawa Barat. Isunya mencuat, juga ramai karena Dedi Mulyadi menerima banyaknya gelombang aduan.
Menurut Dedi, kekacauan yang dikeluhkan para orang tua siswa bukan bersumber dari regulasi penerimaan, melainkan akibat kecerobohan pengembang yang membangun aplikasi dari nol alih-alih menyempurnakan sistem yang sudah ada sebelumnya.
"Kalau menurut saya sih nggak ribet. Ini kan kalau sudah dari 340.000 ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi, saya lihat," jelasnya.
"Seharusnya fitur yang sudah ada itu tinggal disempurnakan. Tetapi kalau saya melihat tadi bahwa dia membuat aplikasinya dari nol," kata Dedi dalam antara, Kamis (11/6).(klw)
Load more