Ayah Kandung Ceritakan Masa Kecil Taufik Hidayat, Anak Paling Disayang karena Ganteng
- Istimewa
tvOnenews.com – Tabiat sadis dan keji yang dimiliki oleh Taufik Hidayat alias TH (30) tersangka utama kasus penyekapan dan penganiayaan brutas terhadap YTR (29) di Bandung, ternyata sudah berlangsung sejak kecil.
Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung Kusnaedi membongkar secara blak-blakan bahwa perilaku agresif dan brutal Taufik sudah mendarah daging sejak usia belia.
Sifat merusak ini dinilai tumbuh subur lantaran adanya pembiaran dan perlindungan berlebih dari sang ayah, meskipun Taufik jelas-jelas berbuat salah.
"Kalau ribut sama tetangga suka dibela ayahnya, jadi anak kesayangan," ungkap Kusnaedi ketus, dikutip dari tayangan di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (26/6/2026).
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Akibat pola asuh yang 'dijamin aman' oleh orang tuanya tersebut, Taufik tumbuh besar tanpa mengenal rasa takut dan sanksi sosial.
"Waktu kecil pas ngaji juga sudah berani minum obat (obat-obatan terlarang). Pas sudah gede, tidak ada tetangga atau warga yang mau berteman, pada takut karena orangnya brutal. Sudah kelihatan dari kecil," tambahnya.
Usut punya usut, rekam jejak kriminal pria yang pernah bekerja sebagai debt collector eksternal ini bukan baru kali ini saja terjadi.
Kusnaedi mengaku dirinya pernah turun tangan membantu mengurus persoalan hukum yang membelit Taufik sekitar 10 tahun silam.
"Dia itu pernah ditahan karena kasus penganiayaan berat dan penggelapan motor (curanmor) milik warga Garut. Saya yang mengurus sengketa itu. Dia sempat mendekam di sel tahanan Polsek Rancaekek dan dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara," papar Kades Ciaro tersebut.
Setelah menghirup udara bebas, Taufik dilaporkan menghilang dari radar desa sebelum akhirnya mencuat kembali dalam kasus berdarah penyekapan YTR.
Tega Hantam Kepala Ayah Pakai Kayu di Sawah karena Kelaparan
- Instagram ataliapraratya
Kengerian tabiat Taufik juga dikonfirmasi langsung oleh ayah kandungnya sendiri yang bernama Tata.
Dalam pengakuan yang membuat bulu kuduk merinding, Tata menyebut dirinya pernah menjadi korban amukan sadis sang anak saat sedang peluh memeras keringat di ladang.
"Saya pernah dipukul kepalanya pakai balok kayu. Waktu itu saya lagi mencangkul di sawah. Dia di rumah sedang menganggur, lalu mengamuk karena mau makan tapi tidak ada lauk apa-apa," kenang Tata dengan raut wajah pasrah.
Akibat hantaman telak tersebut, Tata langsung tersungkur jatuh di tanah. Beruntung, nyawanya berhasil selamat dari amukan lanjutan lantaran dihalangi oleh dua orang rekan sesama petani.
Usai menganiaya darah dagingnya sendiri, Taufik sempat buron seminggu sebelum akhirnya pulang bersimpuh darah dan menangis meminta maaf dengan dalih khilaf (kapoekan).
Dibela Mati-matian oleh Ayah Hanya karena Alasan 'Ganteng'
Meskipun kerap menerima perlakuan kasar dan fisik dari Taufik, Tata secara mengejutkan mengakui di hadapan mantan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahwa Taufik adalah anak yang paling dimanjakan di dalam rumah.
Alasan yang melandasinya pun terbilang sangat tidak biasa.
"Soalnya dia mah ganteng, gak kayak anak-anak yang lain," ujar Tata sembari melempar senyum tipis.
- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Istimewa
Dinamika keluarga Taufik kian menambah keprihatinan publik.
Tata membeberkan dari keempat anaknya, anak pertama perempuan sudah meninggal karena sakit, anak kedua memiliki kecanduan akut mabuk-mabukan, sedangkan anak bungsunya tewas mengenaskan akibat overdosis (OD) obat-obatan terlarang.
Polda Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil menangkap Taufik Hidayat (30), tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya yang berinisial YTR (29), pada Selasa malam, (23/6/2026).
Penangkapan dilakukan oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jabar di wilayah Bandung Raya, tepatnya di kediaman kerabatnya di kawasan Kecamatan Ciparay/Majalaya, Kabupaten Bandung.
Load more