Ruben Onsu Rutin Beri Nafkah Rp200 Juta per Bulan, Kuasa Hukum Sebut Nominal Ditentukan Sepihak oleh Sarwendah
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 / YouTube The Onsu Family
tvOnenews.com - Perselisihan mengenai hak asuh anak pasca perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah masih terus bergulir.
Di tengah proses hukum yang belum rampung, kubu Ruben membeberkan sejumlah penjelasan terkait kewajiban nafkah anak yang belakangan menjadi sorotan publik.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyatakan bahwa besaran nafkah anak yang harus dibayarkan kliennya tidak pernah ditetapkan secara nominal dalam putusan pengadilan.
- Kolase tvOnenews.com / YouTube The Onsu Family dan Sarwendah Official
Karena itu, menurutnya, seluruh kebutuhan anak semestinya dibahas dan disepakati terlebih dahulu oleh kedua belah pihak.
Minola mengungkapkan, Ruben sempat menerima tagihan biaya kebutuhan pokok ketiga anak mereka senilai Rp75 juta per bulan.
Namun, angka tersebut disebut muncul tanpa adanya pembahasan atau kesepakatan sebelumnya.
"Nominal tidak diatur dengan fix. Seharusnya diatur, disampaikan dan didiskusikan. Lah diskusinya enggak pernah ada," ujar Minola.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Ruben tetap berupaya memenuhi kewajiban sebagai ayah.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @ruben_onsu @minola6000
Bahkan, menurutnya, kliennya tetap membayarkan nominal yang ditagihkan meskipun tidak pernah ada kesepakatan mengenai besaran biaya tersebut.
"Namun begitu, klien kami tetap membayarkan nominal yang ditagihkan oleh Sarwendah," ungkapnya.
Minola juga merujuk pada Akta Nomor 39 Pasal 1 Ayat 4, yang menurutnya mengatur bahwa kebutuhan anak, termasuk biaya pendidikan, pemeliharaan, dan pengeluaran lainnya, seharusnya dikomunikasikan terlebih dahulu sebelum dibebankan kepada Ruben.
Menurutnya, persoalan muncul karena Ruben lebih sering menerima tagihan dengan sistem reimburse, tetapi tanpa disertai rincian penggunaan dana yang lengkap.
- Youtube Nanda Persada dan Reyben Entertainment
Hal serupa juga disebut terjadi pada sejumlah tagihan lain, termasuk pembayaran kartu kredit.
"Kartu kredit juga ketika diminta perinciannya untuk apa saja, selalu ditagih perincian, ditanya perincian kartu kreditnta juga ke mana pembayarannya selama bertahun-tahun ini dan yang hal-hal yang lain-lain itu tidak mau," kata Minola.
Ia membantah anggapan yang menyebut Ruben menghentikan nafkah anak.
Menurutnya, keterlambatan pembayaran bukan disebabkan karena Ruben mengabaikan tanggung jawab, melainkan karena pihaknya masih menunggu rincian kebutuhan anak yang diminta sejak lama.
"Jadi wajar kan kalau klien kami tidak mentransfer apa-apa. Karena Ruben tidak tahu mau transfer berapa? Padahal kami menunggu rincian kebutuhan anak dari S yang hingga kini tak pernah diberikan," jelasnya.
Load more