News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Circular Fashion, Solusi Pakaian Awet dan Mengurangi Limbah Tekstil

Circular fashion adalah konsep dimana pakaian, sepatu atau aksesori, diproduksi dengan tujuan untuk digunakan dan diedarkan di masyarakat selama mungkin
Kamis, 16 Juni 2022 - 23:28 WIB
ilistrasi: bahan jeans
Sumber :
  • Pixabay/Kranich17

tvOnenews - Mengenal circular fashion yang bisa menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengurangi limbah tekstil. Berikut adalah penjelasan mengenai konsep tersebut, yang dilansir dari beberapa sumber.

Circular fashion merupakan konsep dimana pakaian, sepatu atau aksesori yang dirancang, bersumber, diproduksi dengan tujuan untuk digunakan dan diedarkan di masyarakat selama mungkin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam arti, pakaian tersebut bisa dipakai lama, sehingga dapat terurai sempurna pada kondisinya yang sudah tidak layak pakai.

Tujuan dari konsep circular fashion ini adalah agar pakaian awet dan tahan lama. Selain itu, meminimalkan pemborosan dalam produksi, hingga mempromosikan gagasan untuk membeli lebih sedikit.

Sebab, dengan membeli lebih sedikit artinya lebih sedikit pula bahan di tempat pembuangan sampah.

Pengurangan limbah tekstil

Foto gratis dari Gantungan baju

img: Pixabay/Pexels

Sudah menjadi rahasia umum jika semakin hari, sampah tekstil terus bertambah. Selain karena tingkat konsumsi fesyen masyarakat yang cukup besar, di sisi lain perkembangan industrinya juga tumbuh pesat.

Dengan ide dasar untuk mengurangi limbah tekstil muncullah gagasan circular fashion ini. Produk fesyen terus diperbarui agar bisa menjadi pakaian yang layak pakai tanpa harus berubah menjadi limbah.

Penerapan circular fashion dapat memberikan manfaat sebagai peluang bisnis ekonomi dan juga manfaat bagi lingkungan. 

Dengan penggunaan bahan yang awet, pakaian bisa dijual kembali jika dirasa sudah tidak digunakan lagi. Manfaat dari bahannya yang dapat terus digunakan adalah mampu mengurangi jumlah limbah tekstil di tempat sampah. 

Peran sebagai konsumen

Foto gratis dari Orang-orang cantik

img: Pixabay/Borevina

Di bagian produksi, circular fashion juga berdampak pada berkurangnya jumlah bahan mentah yang diolah menjadi sebuah produk. Siapapun bisa mulai menerapkan konsep ini, tidak terbatas pada produsen fesyen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai konsumen, kamu bisa memulai dengan membatasi diri tidak membeli produk fesyen jika kamu tidak benar-benar membutuhkannya. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari penumpukan baju di lemari kamu.

Ketika membeli pakaian, pilih yang menggunakan bahan berkualitas tinggi, sehingga dapat kamu pakai dalam jangka waktu yang lama, atau masih layak untuk dijual kembali.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Cristiano Ronaldo percaya generasi emas Portugal mampu melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun, di usia 41 tahun, CR7 memilih realistis dan siap menerima apa pun hasil akhirnya.
Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Tindakan tidak terpuji diduga dilakukan oleh dua oknum pejabat kewilayahan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 
Lanjutkan Program Penataan Dedi Mulyadi, 160 Kios Ilegal di Puncak Pass Ditertibkan

Lanjutkan Program Penataan Dedi Mulyadi, 160 Kios Ilegal di Puncak Pass Ditertibkan

Kawasan wisata Puncak Pass hingga Segar Alam kini tengah menjalani penataan besar-besaran. 
Belum Main, tapi Brasil Sudah Sindir Maroko Jelang Kontra di Piala Dunia 2026? A Selecao: Don't Steal Our Towels

Belum Main, tapi Brasil Sudah Sindir Maroko Jelang Kontra di Piala Dunia 2026? A Selecao: Don't Steal Our Towels

Jelang bentrokan panas antara Brasil dan Maroko di Piala Dunia 2026, atmosfer di media sosial mulai memanas dengan berbagai aksi saling sindir antar pendukung.
Harga Pasar Terbaru Jay Idzes di Serie A

Harga Pasar Terbaru Jay Idzes di Serie A

Kabar menarik datang dari panggung sepak bola tertinggi Italia Serie A. Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes dipastikan bakal memasuki babak dan era baru dalam...
Tekan Angka Kecelakaan, KAI Daop 1 Jakarta Sudah Tutup Permanen 27 Perlintasan Liar Sepanjang 2026

Tekan Angka Kecelakaan, KAI Daop 1 Jakarta Sudah Tutup Permanen 27 Perlintasan Liar Sepanjang 2026

Sepanjang tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta secara konsisten terus menertibkan perlintasan sebidang ilegal. 

Trending

Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Diduga Pesta Miras Bersama Wanita di Kantor, Dua Lurah di Kendari Dinonaktifkan

Tindakan tidak terpuji diduga dilakukan oleh dua oknum pejabat kewilayahan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 
Lanjutkan Program Penataan Dedi Mulyadi, 160 Kios Ilegal di Puncak Pass Ditertibkan

Lanjutkan Program Penataan Dedi Mulyadi, 160 Kios Ilegal di Puncak Pass Ditertibkan

Kawasan wisata Puncak Pass hingga Segar Alam kini tengah menjalani penataan besar-besaran. 
Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Jadi Pemain Tertua Kedua di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Masih Punya Mimpi Besar Bersama Portugal

Cristiano Ronaldo percaya generasi emas Portugal mampu melaju jauh di Piala Dunia 2026. Namun, di usia 41 tahun, CR7 memilih realistis dan siap menerima apa pun hasil akhirnya.
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak ada angin tak ada hujan, media Vietnam kembali membahas Timnas Indonesia. Mereka menyoroti senjata andalan yang telah lama menjadi ciri khas skuad Garuda.
UNS Surakarta Kembangkan Teknologi Pirolisis: Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar di Boyolali

UNS Surakarta Kembangkan Teknologi Pirolisis: Sampah Plastik Diubah Jadi Bahan Bakar di Boyolali

UNS Surakarta mengawali kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Joyo Tentrem, Tempursari,
Kakek 70 Tahun di Jakarta Utara Nyaris Diculik saat Olahraga Pagi, Terjadi Perlawanan Sengit

Kakek 70 Tahun di Jakarta Utara Nyaris Diculik saat Olahraga Pagi, Terjadi Perlawanan Sengit

Seorang pria berinisial GH (70) nyaris menjadi korban dugaan penculikan saat olahraga pagi di kawasan PIK, Penjaringan, Jakarta Utara.
Hotman Paris Angkat Bicara Sengkarut Keluarga Ruben Onsu dan Sarwendah

Hotman Paris Angkat Bicara Sengkarut Keluarga Ruben Onsu dan Sarwendah

Sengkarut rumah tangga Ruben Onsu dan mantan istrinya Sarwendah rupanya ikut memantik atensi dari pengacara kondang tanah air Hotman Paris Hutapea. Hukum di ...
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT