Shalat Dhuha Harus Baca Surah Ad Dhuha? Syekh Ali Jaber dengan Tegas Bilang Begini
- Istockphoto
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”
(Lihat: Abu Bakar Syatha ad-Dimyati, I’anatut Thalibin, juz 1, hal 295)
Shalat Dhuha Pengganti Sedekah

Shalat Dhuha Harus Baca Surah Ad Dhuha? Syekh Ali Jaber dengan Tegas Bilang Begini (pexels)
Dilansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang dikerjakan setelah terbit matahari (syuruq) hingga sebelum tergelincirnya matahari (menjelang waktu dzuhur).
Shalat ini biasanya ditunaikan sebanyak dua raka’at hingga delapan raka’at.
Di antara keutamaan melaksanakan shalat dhuha ialah melancarkan rezeki dan sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan.
Dalam hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa shalat dhuha dapat menjadi pengganti sedekah bagi seluruh persendian dalam tubuh manusia.
عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى
Load more