Bolehkah Seorang Muslim Memelihara Anjing? Ini Penjelasan dari Sudut Pandang Fiqih
- pixabay/ZigmarsBerzins
Ibnu Abdil Barr menjelaskan, bahwa pada prinsipnya kualitas pemeliharaan anjing tergantung pada perlakuan keseharian terhadap hewan tersebut.Ā
Kalau perilaku keseharian orang yang memelihara anjing itu baik, maka Allah akan memberikan pahala.Ā
Namun sebaliknya, ketika perilakunya itu buruk, maka Allah akan membalasnya dengan dosa, sebagaimana penjelasan berikut ini.
ŁŁŲÆ ŁŁŁŁ ŁŁ Ų§ŁŲŖŁŲµŁŲ± ŁŁ Ų§ŁŲ„ŲŲ³Ų§Ł Ų„ŁŁ Ų§ŁŁŁŲØ ŁŲ£ŁŁ ŁŲ§ŁŲ¹ ŁŲ§ŲøŲ± Ų„ŁŁ ŁŲÆ Ł ŲŖŲ®Ų°Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ„ŲŲ³Ų§Ł Ų„ŁŁŁ Ų£Ų¬Ų± ŁŁ Ų§ ŁŲ§Ł ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ ŁŁ ŁŁ Ų°Ł ŁŲØŲÆ Ų±Ų·ŲØŲ© Ų£Ų¬Ų± ŁŁŁ Ų§ŁŲ„Ų³Ų§Ų”Ų© Ų„ŁŁŁ ŲØŲŖŲ¶ŁŁŁŲ© ŁŲ²Ų±
āTerkadang terjadi kelalaian untuk berbuat baik terhadap anjing. Hal ini cukup dilihat dari tangan orang yang memeliharanya. Berbuat baik terhadap anjing bernilai pahala sebagaimana sabda Rasulullah SAW, āPada setiap limpa yang basah terdapat pahala.ā Berbuat jahat dengan kezaliman tertentu terhadap anjing bernilai dosa,ā (Ibnu Abdil Barr, Al-Istidzkar Al-Jamiā..., halaman 194).
Maka dari penjelasan di atas, disimpulkan bahwa ada dua pendapat yang berbeda mengenai hukum memelihara anjing bagi umat Islam.
Sebagai Muslim yang baik, maka mari kita saling menghormati terhadap pendapat tersebut.Ā
Bagi Muslim yang memutuskan untuk memelihara anjing, sebaiknya memahami cara bersuci dari najis anjing serta mengikuti standar pemeliharaan terutama dari sisi kesehatan dan keamanan.Ā
Semoga artikel ini bermanfaat dan disarankan bertanya langsung kepada para alim ulama.
Ā
Wallahu aālam.
(zahro/put)
Load more