Baca Tahiyat Akhir Saat Salat Perlu Pakai Kata Sayyidina atau Tidak? Ustaz Adi Hidayat Bilang Ajaran Rasulullah SAW Ternyata…
- YouTube
tvOnenews.com - Salat merupakan salah satu ibadah wajib bagi setiap muslim. Dalam salat terdapat beberapa rukun salat, salah satunya adalah tahiyat akhir.
Ada banyak gerakan yang dilakukan saat salat yang di mana setiap gerakan itu terdapat doa-doa.
Tahiyat akhir adalah duduk pada rakaat terakhir dalam salat dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW lalu ditutup dengan salam.
Tahiyat akhir wajib dikerjakan, karena jika rukun salat tidak dikerjakan baik sengaja maupun tidak, maka ibadah salat tersebut dianggap tidak sah atau batal.
Lantas bagaimana bacaan tahiyat akhir yang benar, pakai kata sayyidina atau tidak?
Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan soal penggunaan kata sayyidina dalam salat tahiyat akhir.
Terdapat perbedaan umat Islam terkait penggunaan kata sayyidina saat tahiyat akhir, ada sebagian yang menggunakan sayyidina dan tidak.
Ustaz Adi Hidayat lalu menjelaskan perihal kata sayyidina saat tahiyat akhir sudah sesuai ajaran Rasulullah SAW atau tidak.
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa ada hadis yang menjelaskan perihal bacaan tahiyat akhir saat salat.
Hadis tersebut ada dalam hadis At Tirmidzi dengan nomor 483, hadis Muslim nomor 406, dan hadis Abu Dawud nomor 978-980.
Hadis yang digunakan disini menurut Ustaz Adi Hidayat berdasarkan hadis turunan yang sahih dan sudah diteliti.
"Setiap kalimat shalawat yang disampaikan kepada Nabi terutama dalam salat, itu tidak pernah menggunakan kata Sayyidina," ujar Ustaz Adi Hidayat, dilansir dari YouTube Al-Majelis.
Ketika Ka'ab bin Ujrah bertanya pada Rasulullah SAW, bagaimana kami bershalawat kepadamu ya Rasulullah?
Maka Nabi mengatakan, Allahumma shalli ‘alaa muhammad wa’alaa aali muhammad. Kamaa shallaita ‘alaa ibraahiima wa’alaa aaliibrahiima. Wabaarik ‘alaa aali muhammadin wa’alaa aali muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa ibraahima wa ‘alaa aali ibraahim. Innaka hamidum majid
UAH menjelaskan bahwa salat merupakan petunjuk yang khusus dan ada dalilnya secara langsung.
Hadits dari Malik bin Huwairits RA. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan salat,” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari).
Jika seseorang salat tanpa mengikuti ajaran Nabi SAW, maka salat seseorang itu bisa jadi bermasalah seperti yang tertuang dalam hadits Al Bukhari 751, 757, dan hadis Muslim 397.
“Ada seorang laki-laki masuk ke dalam Masjid dan salat, kemudian orang itu datang dan memberi salam kepada Nabi SAW,” kata UAH.
“Lalu Nabi SAW menjawab salamnya kemudian bersabda: "Kembali dan ulangilah salatmu, karena kamu belum salat!” sambungnya.
Hal ini terjadi lantaran orang tersebut salat tidak seperti ajaran Nabi SAW.
"Dan salatnya Nabi tidak pernah menggunakan kata Sayyidina dalam salatnya," terang UAH.
Meski begitu, menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat, penggunaan kata sayyidina diluar salat masih diperbolehkan.
“Maka saya pribadi mencukupkan pada kalimat Allahumma sholli ala Muhammad dan itu menurut saya lebih kuat karena salat itu mengacu pada kaidah. Ikuti apa yang diajarkan oleh Nabi,” pungkas Ustaz Adi Hidayat.
(adk)
Load more