News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berkaca dari 5 Tokoh Nahdliyin Bertemu Presiden Isaac Herzog, Ustaz Abdul Somad Pernah Ingatkan Orang Indonesia Dukung Israel Pengkhianat Bangsa

Sehubungan dengan kasus 5 tokoh Nahdliyin yang bertemu Presiden Israel, melukai hati umat muslim Indonesia. ini disampaikan oleh Ketua PBNU, Gus Fahrur kalau...
Kamis, 18 Juli 2024 - 13:03 WIB
Berkaca dari 5 Tokoh Nahdliyin Bertemu Presiden Isaac Erzog, Ustaz Abdul Somad Pernah Ingatkan Orang Indonesia Dukung Israel Pengkhianat Bangsa
Sumber :
  • dok.tangkapan layar youtube/medsos

Jakarta, tvOnenews.com-- Akhir -akhir ini Indonesia dihebohkan dengan foto 5 tokoh Nahdliyin (NU) yang bertemu Presiden Isaac Herzog.


Hal ini diketahui karena beredar foto mereka yang memperlihatkan kebersamaannya dengan pemimpin Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip unggahan dari salah 5 tokoh NU tersebut, terlihat memang mereka hadir niat untuk berdiskusi katanya.

 

"Berbincang langsung dengan Presiden Israel.  Saya bukan demonstran, Filsuf-Agamawan. Alih-alih demonstrasi di jalanan dari melakukan pemboikotan, saya lebih suka berdiskusi dan mengungkapkan gagasan.


"Terkait konflik antara Hamas-Israel, relasi Indonesia-Israel, saya bersama rombongan berdialog langsung dengan Presiden Israel, Izaac Herzog (yang duduk dengan dasi biru) di Istana Sang Presiden. Semoga terbaik yang dianugerahkan untuk kita semua," tulis keterangan foto dari Zen Maarif dikutip dari Facebooknya, Senin (15/7/2024)

 


Diketahui dari informasi yang beredar, diduga 5 tokoh muda Nahdliyin itu ialah Gus Syukron Makmun, Dr. Zainul Maarif, Munawar Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania.  

 

 

Sehubungan dengan kasus 5 tokoh NU ini yang bertemu Presiden Israel, melukai hati umat muslim Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi, dia juga mengatakan 5 orang tersebut dipastikan tidak mendapatkan mandat PBNU.

 

 


"Kelima orang tersebut tidak mendapat mandat PBNU, dan juga tidak pernah meminta izin ke PBNU," ujar Gus Fahrur kepada tvOnenews.com, Senin (15/7/2024)


"Kepergian lima orang itu ke Israel, adalah tindakan yang sangat tidak bijaksana di tengah situasi yang memanas antara Israel dan Palestina," sambungnya

 

"Kita menyesalkan kepergian mereka ke Israel, sungguh tindakan yang sangat-sangat tidak bijaksana, membingungkan, dan mendapatkan banyak kecaman dari pengurus PBNU, Kunjungan itu melukai perasaan ummat islam indonesia," tegas Gus Fahrur

 

 

 

 

 

Berkaca dari kasus 5 tokoh NU yang melukai hati umat muslim Indonesia. Mengingatkan ceramah Ustaz Abdul Somad tahun lalu, yang mengingatkan soal pendukung Israel sama saja pengkhianat Bangsa.

 


Menurut Ustaz Abdul Somad, Indonesia bisa merdeka juga karena berkat Negara Palestina. Sehingga mereka yang muslim sudah sepantasnya pro Palestina dan yang non-muslim paling tidak paham masalahnya.


"Kalau ada di antara orang Indonesia yang mendukung Israel, kalian pengkhianat Indonesia. Karena Indonesia ini merdeka salah satunya adalah berkat pengakuan Palestina, doa orang Palestina," tegas Ustadz Abdul Somad dalam sebuah video yang beredar di medsos TikTok, November 2023, dikutip Kamis (18/7/2024)

 


"Andai Anda bukan seorang Muslim, Anda adalah seorang Indonesia. Andai bukan orang Islam, andai bukan orang Indonesia, cukup menjadi manusia. Tak usah jadi orang Indonesia, tak usah jadi orang Islam, cukup jadi manusia saja untuk memahami masalah Palestina,” tutur menjelaskan

 

Mengingat video tersebut viral di bulan November, Ustaz Somad mengingatkan juga untuk tidak lupa memberikan bantuan untuk saudara kita seiman di Palestina.

 

 

"Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Yang bisa kita lakukan sekarang adalah jaga akidah, jaga persatuan, tidak lama lagi musim dingin, sudah masuk musim dingin (di) November, Desember, siapkan selimut, makanan, roti, minyak, kirimkan melalui bantuan-bantuan (ke Palestina),” pesan Ustaz Abdul Somad

 

 

Atas kasus 5 foto Nahdliyin yang bertemu presiden Israel, masih menunggu kelanjutan informasi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU. Sebab informasi terkahir, katanya akan dipanggil untuk memahami latarbelakang dan sanksi apa yang dijatuhkan.

 

" Ya . Akan dipanggil dan diminta keterangan jika terbukti bersalah tentunya ada sanksinya," terang Gus Fahrur 

 

 

Di sisi lain, Ketua Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) KH Bachtiar Nasir dalam penilaiannya, kalau mereka sudah seharusnya bijak dan paham situasinya.

 

Atas unggahan foto dan video yang sudah viral di Medsos, memperlihatkan mereka percaya diri (PD) dan membawa nama Tokoh terhormat seperti Gus Dur ini disesalkan.

 


"Jadi kepada teman-teman ini, harusnya mereka sadar, bahwa apa yang mereka lakukan sudah merusak wajah Indonesia secara keseluruhan. Baik secara muslim dan lembaga, kita juga kena getahnya saat ini" jelas KH Bachtiar Nasir dalam Apa Kabar Indonesia tvOnenews.

 

 

Dalam penjelasannya, kalau 5 tokoh NU ini bisa dianggap terperangkap dalam strategi Israel. Strategi yang dikatakannya, tidak secara langsung jelas apa gagasan dan targetnya. Namun, hanya dari foto bisa dinilai kalau ada pihak yang mendukung mereka di mata dunia.

 


"Jadi kalau saya lihat bukan cuma NU yang dalam hal ini menjadi "tersakiti" tapi juga muslim Indonesia dan sebagai orang Indonesia juga," terangnya.  

 

"Walau dia tidak mengatasnamakan secara formal, tetapi dari kata-katanya kan PD banget sampai mengatakan Gus Dur tapi mereka bukan Gus Dur, karena membawa Gus Dur juga, ini teman-teman ini, jadi korban framing di mana keuntungan Israel," tutur KH Bachtiar Nasir

 


"Teman-teman ini barangkali terperangkap dalam strategi Israel hari ini, memang di mata publik dunia sudah hancur, dan dukungan internasional kurang. Jadi Israel dalam hal ini, sangat diuntungkan dengan framing gambar, tanpa ada gagasan yang jelas, dan target yang konkret dalam hal ini," pesannya (Klw)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 


Waallahualam

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT