News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berkembangnya Bank Emas di Indonesia Dorong Kedaulatan Ekonomi

Konsep bank emas mulai menarik perhatian di berbagai negara sebagai alternatif sistem keuangan yang berkelanjutan dan berbasis aset nyata.
Minggu, 29 Desember 2024 - 05:24 WIB
Konsep bank emas mulai menarik perhatian di berbagai negara
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Konsep bank emas mulai menarik perhatian di berbagai negara sebagai alternatif sistem keuangan yang berkelanjutan dan berbasis aset nyata. Bank emas berbasis pada lembaga yang bisa melayani kegiatan usaha perbankan instrumen logam mulia. Yang paling penting dengan bank emas kosistem emas akan terintegrasi dari hulu ke hilir untuk kebutuhan berbasis emas, mulai dari simpanan, titipan, pembiayaan, investasi, hingga perdagangan dan kegiatan lainnya.

Di banyak negara model ini terbukti sukses. Turki dan Malaysia, di mana kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan pelindung nilai sudah sangat kuat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, potensinya di Indonesia, berbagai peluang dan tantangan perlu dianalisis secara cermat.

Di Turki, bank emas telah berkembang pesat sebagai bagian dari strategi diversifikasi sistem keuangan. Bank-bank di sana memungkinkan masyarakat menyimpan emas dalam bentuk fisik yang dikonversi menjadi rekening emas digital.

Di negara itu bank seperti Kuveyt Türk dan Türkiye İş Bankası menyediakan layanan seperti akun emas, transfer emas elektronik, dan deposito emas yang didukung oleh emas fisik yang disimpan secara aman.

Selain itu, Takasbank Gold Transfer System memungkinkan transfer emas antar bank secara elektronik, memberikan kemudahan bagi nasabah untuk melakukan transaksi tanpa perlu membawa emas fisik. Model ini berhasil karena kepercayaan masyarakat Turki terhadap emas sebagai aset stabil dan pelindung nilai.

Sementara itu, di Malaysia, bank emas juga mendapat sambutan hangat terlihat dari tingginya permintaan emas di negara tersebut. Malaysia menempati peringkat kedelapan dunia dengan permintaan emas tertinggi pada 2020. Angkanya melonjak 25 persen menjadi 18,5 ton dibandingkan 14,9 ton pada 2021.

Menurut laporan dari Forex Suggest, Malaysia berada di belakang Turki, Rusia, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), Vietnam, Iran, dan Mesir dalam grafik yang relevan.

Layanan seperti akun investasi emas ditawarkan oleh bank-bank besar di Malaysia, termasuk Maybank, CIMB, dan Public Bank, dengan fitur yang mempermudah nasabah membeli dan menjual emas secara digital.

Di negeri jiran itu, konsep bank emas diterapkan dengan dukungan pemerintah melalui regulasi yang jelas dan sosialisasi yang masif.

Bank emas di sana juga terintegrasi dengan platform syariah, sehingga menarik segmen pasar yang lebih luas, terutama umat Muslim.

Potensi bank emas di Indonesia sebenarnya tidak kalah besar. Sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, emas memiliki daya tarik budaya dan religius yang kuat.

Emas sering kali dianggap sebagai aset yang aman, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah yang kurang percaya pada stabilitas sistem keuangan konvensional.

Riset yang dilakukan Khairul Arifin Lubis dan Donny Abdul Chalid dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 2020 menemukan bahwa investasi emas terbukti bisa menjadi alat lindung nilai (hedging) terhadap risiko inflasi dan nilai tukar dalam analisis dengan menggunakan metode VECM.


Perbankan Syariah

Data menunjukkan bahwa konsumsi emas di Indonesia terus meningkat, baik untuk perhiasan maupun investasi, menjadikan Indonesia pasar potensial untuk bank emas.

Selain itu, dalam konteks keuangan syariah, bank emas bisa menjadi instrumen baru yang sejalan dengan prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan dan kepemilikan aset nyata.

Penasihat Center of Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Hakam Naja sempat menilai keberadaan bank emas (bullion bank) bisa menjadi pendorong pertumbuhan perbankan syariah.

Beberapa perusahaan yang telah menjalankan fungsi sebagai bullion bank adalah PT Pegadaian (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk), dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Meskipun begitu, selama ini, emas Indonesia lebih banyak mendapatkan biaya pengolahan industri (cost of manufacturing) karena bank emas alias bullion bank ada di Singapura.

Namun melalui regulasi terbaru, Indonesia akan segera memiliki bank emas usai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion diterbitkan.

Selama ini meski potensinya di Indonesia besar, banyak tantangan yang dihadapi. Salah satu kendala utama adalah regulasi yang belum jelas. Indonesia untuk menghadirkan bank emas perlu merancang kerangka hukum yang spesifik mengatur operasional bank emas.

Hal ini agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha dan calon nasabah. Selain itu, literasi keuangan masyarakat Indonesia, terutama terkait investasi emas, juga harus ditingkatkan.

Sebab sampai saat ini banyak yang masih menyimpan emas dalam bentuk fisik di rumah karena kurangnya pemahaman tentang manfaat menyimpannya di lembaga keuangan.

Tantangan berikutnya adalah infrastruktur. Berbeda dengan negara lain yang telah lama menerapkan, seperti Turki yang memiliki jaringan bank emas yang luas, infrastruktur keuangan di Indonesia masih terkonsentrasi di kota-kota besar.

Bank emas membutuhkan dukungan teknologi tinggi untuk memastikan keamanan dan transparansi, seperti sistem blockchain untuk pelacakan emas atau vault (tempat penyimpanan emas) yang terstandardisasi.

Saat ini, hanya segelintir lembaga keuangan di Indonesia yang mampu menyediakan layanan semacam itu.

Tidak kalah penting, ada tantangan kepercayaan. Kasus-kasus penipuan investasi emas yang marak terjadi di Indonesia telah membuat sebagian masyarakat skeptis terhadap skema berbasis emas.

Jika tidak dikelola dengan baik, bank emas berisiko kehilangan kepercayaan masyarakat sebelum benar-benar berkembang.


Instrumen Inovatif

Untuk menjawab tantangan ini, beberapa solusi dapat diusulkan. Pemerintah harus segera merancang regulasi yang mendukung operasional bank emas, termasuk memastikan bahwa aktivitasnya sesuai dengan prinsip syariah. Regulasi ini harus mencakup standar keamanan, transparansi, dan tata kelola yang baik untuk melindungi nasabah.

Kemudian, pentingnya edukasi masyarakat sebagai kunci. Bank-bank yang ingin masuk ke sektor ini harus aktif memberikan literasi keuangan kepada masyarakat, terutama terkait manfaat dan keamanan menyimpan emas di bank dibandingkan secara fisik.

Kampanye edukasi ini harus dilakukan secara luas, dengan melibatkan komunitas lokal, media, dan tokoh agama untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Selanjutnya, kolaborasi dengan fintech bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah infrastruktur. Dengan teknologi digital, bank emas dapat diakses oleh masyarakat di daerah terpencil tanpa harus membuka cabang fisik.

Misalnya, aplikasi mobile bisa digunakan untuk memantau saldo emas, melakukan transaksi, atau bahkan mencairkan emas ke dalam bentuk uang tunai.

Dari sisi keuntungan, bank emas dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia. Di tingkat mikro, bank emas membantu masyarakat melindungi aset mereka dari inflasi.

Di tingkat makro, bank emas bisa mendukung diversifikasi ekonomi dan memperkuat sektor keuangan syariah di Indonesia. Selain itu, bank emas juga dapat menarik minat investor asing yang melihat potensi besar di sektor keuangan berbasis aset nyata.

tvonenews

Namun, ada juga risiko yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah volatilitas harga emas di pasar global. Jika harga emas jatuh secara signifikan, nasabah yang telah menyimpan asetnya dalam bentuk emas mungkin akan merugi.

Selain itu, biaya operasional yang tinggi untuk penyimpanan dan pengelolaan emas bisa menjadi tantangan bagi bank, terutama di tahap awal implementasi.

Bank emas memang bukan solusi instan untuk memperkuat sistem keuangan Indonesia, tetapi dengan perencanaan yang matang, potensi besar di sektor ini bisa dioptimalkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhirnya, keberhasilan bank emas di Indonesia akan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat.

Dengan pendekatan yang tepat, bank emas bisa menjadi salah satu instrumen inovatif yang tidak hanya mendukung inklusi keuangan tetapi juga memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.(ant/bwo)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Akademisi Dukung Pilihan Presiden Prabowo pada Jenderal Suyudi untuk Kapolri

Akademisi Dukung Pilihan Presiden Prabowo pada Jenderal Suyudi untuk Kapolri

Keputusan Presiden Prabowo Subianto mengangkat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapatkan dukungan dari kalangan akademisi.
Gelar Juara di Depan Mata, Justin Hubner Ucap 1 Permohonan Buat Suporter Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026: Penuhi GBK Lagi

Gelar Juara di Depan Mata, Justin Hubner Ucap 1 Permohonan Buat Suporter Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026: Penuhi GBK Lagi

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati laga dramatis kontra Bangladesh. Justin Hubner pun menyampaikan satu permohonan penting.
Kevin Diks Bicara soal Keributan usai Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Akui Sempat Terbawa Emosi Lawan Malaysia

Kevin Diks Bicara soal Keributan usai Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Akui Sempat Terbawa Emosi Lawan Malaysia

Kevin Diks mengaku lebih tenang saat keributan usai Timnas Indonesia vs Bangladesh. Sang kapten menyebut laga kontra Malaysia menjadi pelajaran penting baginya.
Nyaris Bawa Pulang Medali Asian Games 2026, Tim Recurve Putri Indonesia Akui Keunggulan China di Perebutan Perunggu

Nyaris Bawa Pulang Medali Asian Games 2026, Tim Recurve Putri Indonesia Akui Keunggulan China di Perebutan Perunggu

Tim recurve beregu putri Indonesia harus mengakhiri perjuangan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya tanpa medali setelah takluk dari China pada laga terakhir.
Stadion GBLA Masih Bercorak, Persib Bandung Resmi Pindah Kandang ke Stadion Si Jalak Harupat Sepanjang Oktober

Stadion GBLA Masih Bercorak, Persib Bandung Resmi Pindah Kandang ke Stadion Si Jalak Harupat Sepanjang Oktober

Dalam pernyataannya, mananjemen PT Persib Bandung Bermartabat memastikan Maung Bandung akan menggunakan Stadion Si Jalak Harupat dalam tiga pertandingan. 
Viral Bocah Kelas 2 SD di Pemalang Meninggal Diduga Dibully Kakak Kelas, Menteri Pendidikan Buka Suara

Viral Bocah Kelas 2 SD di Pemalang Meninggal Diduga Dibully Kakak Kelas, Menteri Pendidikan Buka Suara

Peristiwa dugaan perundungan itu, menimpa siswa berinisial MHA (7), yang sempat mengeluhkan sakit pada perut serta kesulitan berjalan sebelum meninggal dunia.

Trending

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga di SUGBK diwarnai dua keributan antarpemain.
Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Desakan FAM muncul setelah waktu tambahan yang semula hanya dua menit menjadi tujuh menit. Tiga tambahan gol pun tercipta di menit-menit terakhir pertandingan antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia memastikan diri ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). 
Drama 9 Gol Timnas Indonesia Bikin Mitchell Baker Tercengang: Laga Paling Gila dalam Karier Saya

Drama 9 Gol Timnas Indonesia Bikin Mitchell Baker Tercengang: Laga Paling Gila dalam Karier Saya

‎Timnas Indonesia mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada pertandingan terakhir Grup A. Duel penentuan tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Galeri Foto: Intip Raut Ekspresif Punggawa Timnas Indonesia Kala Berjaya Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Galeri Foto: Intip Raut Ekspresif Punggawa Timnas Indonesia Kala Berjaya Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

‎Timnas Indonesia berjaya melibas Bangladesh dengan skor telak 9-2. Momen tersebut berlangsung dalam laga pamungkas babak penyisihan grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT