GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memangnya Benar Ramadhan Bermakna Panas Terik yang Membakar? Quraish Shihab Jelaskan Alasannya

Prof Muhammad Quraish Shihab mengulas mengapa bulan Ramadhan diartikan "panas terik yang membakar". Pemaknaan ini berkaitan dengan kondisi terjadi di Ramadhan.
Selasa, 11 Februari 2025 - 17:22 WIB
Quraish Shihab paparkan alasan bulan Ramadhan diartikan panas terik yang membakar
Sumber :
  • Quraishshihab.com

tvOnenews.com - Prof Muhammad Quraish Shihab mengulas mengapa bulan Ramadhan diartikan "panas terik yang membakar".

Sebagai cendekiawan ilmu Al Quran, Quraish Shihab menjelaskan makna panas terik yang membakar, maksudnya berkaitan dengan kondisi terjadi di bulan Ramadhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ramadhan itu ada yang berkata panas terik yang membakar. Penamaan ini boleh jadi karena waktu mereka mengalami cuaca yang sangat panas Ramadhan datang," ungkap Quraish Shihab dinukil tvOnenews.com dari unggahan Instagram miliknya, Selasa (11/2/2025).

Jika mengacu pada data prakiraan BMKG, kondisi cuaca ketika Ramadhan memiliki variasi yang berbeda, misalnya pada tahun tertentu terjadi di musim panas bahkan sedang mengalami fase musim hujan.

Bahwasanya Ramadhan adalah bulan suci yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia. Mereka tidak ingin membuang kesempatannya, terutama upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ilustrasi menahan haus saat puasa Ramadhan
Ilustrasi menahan haus saat puasa Ramadhan
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Beberapa keutamaan Ramadhan paling populer, antara lain waktu setan dikurung, membuka pintu surga, menutup pintu surga, tanda Al Quran diturunkan pada bulan ini.

Bagi orang mukmin memanfaatkan bulan Ramadhan akan mendapatkan syafaatnya, memperoleh keutamaan malam lailatul qadar, dan waktu terbaik menggetarkan amalan doa.

Ada pun terkait pemaknaan Ramadhan adalah panas terik yang membakar, Quraish Shihab menjelaskan maksud dari penyebutan itu, tidak lain dari kondisi cuaca.

Tak heran, ketika orang berpuasa akan mengalami rasa lapar bahkan dahaga yang luar biasa. Hal ini menjadi bentuk cobaan bagi umat Muslim menahan syahwat selama Ramadhan.

"Penamaan ini boleh jadi karena waktu mereka mengalami cuaca yang sangat panas Ramadhan datang," tutur dia.

Ayah kandung dari Najwa Shihab itu menuturkan dari semua inti yang dirangkum tetap sama, bahwa Ramadhan momentum untuk menghapus segala dosa.

tvonenews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pria lulusan Universitas Al Azhar ini memaparkan dosa-dosa terbakar habis apa yang pernah dilakukan manusia sebelumnya, sesuai dengan redaksi tercantum dalam Al Quran.

"Al Quran menggunakan kata ini untuk mengisyaratkan bahwa di bulan itu terbakar dosa-dosa, sehingga bisa dikatakan Ramadhan adalah bulan terhapusnya dosa dan keburukan," paparnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.
Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Pemerintah berencana melakukan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).
Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Ketua PWNU Jateng, Gus Rozin membantah Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati milik Kiai Ashari, tersangka kasus pencabulan santriwati bagian dari NU.
Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Tabir di balik aksi pembegalan sadis yang menimpa seorang pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. 
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Rencana evaluasi besar-besaran aktivitas tambang di Kabupaten Bogor oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. 

Trending

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT