News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alasan Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026

Pakar ilmu falak dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (MTT PP) Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menjelaskan alasan 1 Ramadhan 1447 Hijriah, jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:20 WIB
Ilustrasi Ramadhan
Sumber :
  • pexels

Jakarta, tvOnenews.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah belakangan ini menjadi pusat perhatian publik. Sorotan ini terlepas dari penetapan tanggal 1 Ramadhan 1447 H.

PP Muhammadiyah menjadi otoritas memiliki kewenangan menentukan awal puasa Ramadhan 2026. Keputusan penetapan 1 Ramadhan 1447 H diatur dalam Maklumat PP Muhammadiyah pada 22 September 2025, dengan Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang hasil perhitungan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1447 Hijriah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari laman resmi PP Muhammadiyah, Sabtu (10/1/2026), Pakar ilmu falak dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (MTT PP) Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menjelaskan alasan awal Ramadhan 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Melalui laman resmi Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (OIF UMSU), Selasa (6/1/2026), Arwin menuangkan tulisan bentuk respons polemik penetapan awal Ramadhan.

Polemik penetapan awal Ramadhan muncul dari tulisan Profesor Riset Astronomi-Astrofisika BRIN. Dalam tulisan itu, memberikan penilaian ketidakcermatan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Tulisan dari sang profesor menyasar lantaran KHGT menjadi acuan ketetapan awal Ramadhan merujuk kriteria Turki. Arwin berpendapat, pernyataan tersebut bisa menimbulkan kegaduhan, khususnya preseden negatif di ruang publik.

PP Muhammadiyah tidak menginginkan adanya kegaduhan, apalagi terdapat pertanyaan dari seorang figur atau pengaruh besar. Arwin pun segera mengklarifikasi secara ilmiah agar tidak keliru.

Alasan PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh pada 18 Februari 2026

Logo Muhammadiyah
Logo Muhammadiyah
Sumber :
  • ANTARA

Arwin merincikan, sejatinya Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan sejak lama. Keputusan penetapan secara resmi telah berlangsung pada 27 Muharram 1447 Hijriah, tepatnya pada tanggal 22 Juli 2025 Masehi.

Penetapan tersebut melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengenai kesesuaian penetapan tanggal 1 Ramadhan 1447 H. Sebelumnya, Muhammadiyah telah merilis sejak 23 Juli 2025 lalu ke ruang publik.

Dalam kalender cetak Muhammadiyah, sebelumnya awal Ramadhan 1447 Hijriah dicanangkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Melalui Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, penetapan tersebut dikoreksi mundur sehari, sehingga jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Kata Arwin, proses diskusi menentukan awal Ramadhan secara intensif dengan menggunakan kajian ilmiah mendalam. Ia mengatakan, proses ini juga melibatkan para ahli teknologi informasi hingga pengembang perangkat lunak hisab.

Tujuan adanya diskusi dan kajian ilmiah ini, lanjut Arwin, Muhammadiyah tetap menjaga akurasi ilmiah, integritas keilmuan, hingga menjaga konsistensi prinsip menentukan waktu ibadah.

Arwin mengatakan, proses diskusi tersebut berlangsung alot. Bahkan prosesnya masih berlanjut untuk mengembangkan ilmiah.

Setelah melalui proses panjang, Muhammadiyah mulai menyadari sepenuhnya ada perbedaan terkait versi penetapan awal Ramadhan 1447 H. Pasalnya, Diyanet Turki memutuskan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Januari 2026.

Penetapan Awal Ramadhan 1447 H pada KHGT

Ilustrasi masjid - Jadwal imsak puasa Ramadhan hari ini
Ilustrasi masjid - Jadwal imsak puasa Ramadhan hari ini
Sumber :
  • Freepik

Lanjut Arwin, keputusan penetapan tersebut mengacu pada landasan penerapan parameter KHGT. Kriteria ini mengacu dari hasil Muktamar Turki 2016.

Dalam Muktamar itu, Muhammadiyah mematok pada ketinggian hilal, setidaknya minimal sampai 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat. Hal ini juga mengacu pada syarat ijtimak.

Syarat ijtimak merupakan kondisi bulan, bumi, dan matahari membentuk konjungsi atau sejajar. Tujuannya sebagai penentu pergantian bulan Hijriah.

"Dalam kasus Ramadhan 1447 Hijriah, parameter ijtimak sebelum pukul 24.00 UTC di wilayah manapun di dunia, memang belum terpenuhi. Tapi, parameter lanjutan, yakni ijtimak sebelum fajar di Selandia Baru, serta keterpenuhan kriteria 5-8 derajat di daratan benua Amerika, telah terpenuhi," jelasnya dalam keterangan dari PP Muhammadiyah.

Parameter KGHT dari kajian majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah terpenuhi, misalnya pada sejumlah wilayah di Semenanjung Alaska dan sekitarnya.

Beberapa wilayah yang memenuhi parameter tersebut, antara lain berada di koordinat 56° 48′ 49″ LU & 158° 51′ 44″ BB, serta sejumlah kawasan baik terletak di Tununak, Chevak, Hooper Bay, Togiak, Port Heiden, dan Kipnuk.

Ia menjelaskan, geografis sejumlah wilayah tersebut masih masuk bagian daratan benua Amerika. Tak hanya itu, administratif beberapa wilayah itu juga menjadi bagian dari Amerika Serikat (AS).

Melalui proses kajian tersebut, Muhammadiyah telah memiliki landasan dasar penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah terletak pada tanggal 18 Februari 2026. Hal itu merupakan hasil perhitungan dari secara global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dari itu, Arwin dalam penutup tulisannya, ia menyoroti klaim KHGT Muhammadiyah dinilai tidak cermat oleh seorang profesor. Klaim tersebut berpotensi menimbulkan tendensius yang tidak berdasar lantaran penetapan awal Ramadhan 1447 H melewati pertimbangan multidisipliner hingga kajian serius.

(hap)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sorot Isu Lingkungan Hingga Bencana Alam, Marinus Gea Paparkan Pendekatan Baru Lewat Disertasinya

Sorot Isu Lingkungan Hingga Bencana Alam, Marinus Gea Paparkan Pendekatan Baru Lewat Disertasinya

Isu lingkungan kian mencuat dipublik usai rentetan bencana alam yang kerap disangkut pautkan kerusakan ekosistemnya.
Pemerintah Pastikan Paket Ekonomi Berlanjut di 2026, Begini Dampak yang Dihasilkan Tahun Lalu

Pemerintah Pastikan Paket Ekonomi Berlanjut di 2026, Begini Dampak yang Dihasilkan Tahun Lalu

Pemerintah saat ini terus mematangkan persiapan program Paket Ekonomi yang akan dilanjutkan pada tahun 2026. Pasalnya, pelaksanaan program di tahun 2025 diklaim menorehkan telah catatan signifikan.
Terserempet Truk Misterius, Seorang Ibu Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalur Semarang–Solo

Terserempet Truk Misterius, Seorang Ibu Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalur Semarang–Solo

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Semarang–Solo, tepatnya di wilayah Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (12/1/2026).
Mantan ART Heran Denada Digugat Rp7 Miliar, Soroti Sosok Ressa Rizky Rossano yang Mengaku Anak Kandung

Mantan ART Heran Denada Digugat Rp7 Miliar, Soroti Sosok Ressa Rizky Rossano yang Mengaku Anak Kandung

Mantan ART Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan, Sofi menyoroti gugatan dari Al Ressa Rizky Rossano sebesar Rp7 miliar atas dugaan penelantaran anak kandung.
Banjir Genangi Jakarta Utara, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Genangi Jakarta Utara, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta Utara, Senin (12/1/2026) menyebabkan ratusan warga di Kelurahan Lagoa dan Kebon Bawang terpaksa mengungsi.
Indonesia Punya Modal Besar, DPR Ingatkan Jangan Cuma Jadi Penonton di Pasar Karbon Dunia

Indonesia Punya Modal Besar, DPR Ingatkan Jangan Cuma Jadi Penonton di Pasar Karbon Dunia

Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna menegaskan KTT Pasar Karbon tidak boleh sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan momentum strategis Indonesia dalam perdagangan karbon global.

Trending

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Bantah Penelantaran Anak, Kuasa Hukum Denada Sebut Ressa Dibelikan Mobil dan Ditransfer Uang

Bantah Penelantaran Anak, Kuasa Hukum Denada Sebut Ressa Dibelikan Mobil dan Ditransfer Uang

Kuasa hukum Denada bantah tudingan penelantaran anak, sebut Ressa sudah dibelikan mobil hingga ada transferan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT