Hati-hati Bisa Jadi Haram kalau Antum Nekat Puasa Sunnah dalam Kondisi ini
- dok.kolase tvonenews.com/Viva.co.id
Jakarta, tvOnenews.com- Menjalani puasa ramadhan sudah menjadi kewajiban setiap umat muslim. Jangan lupa untuk segera membayar utang puasa.

- YouTube Al Bahjah TV
Berbeda dengan puasa sunnah, jelas bukan kewajiban seperti antum yang rajin puasa Syawal ataupun Senin dan Kamis. Sebaiknya lebih mengutamakan yang ramadhan.
Sebagaimana pernah dijelaskan Buya Yahya dalam ceramahnya, kalau keutamaan membayar utang puasa Ramadhan bersifat wajib. Ini perlu dilakukan sebelum memasuki ibadah Ramadhan 2026 nanti.
"Puasa Syawal hukumnya sunnah, dan membayar utang puasa Ramadhan hukumnya ini yang wajib,” ucapnya dilansir kanal YouTube Al-Bahjah, Rabu (11/2).
"Saat orang tersebut punya utang puasa Ramadhan karena kebandelannya, bukan karena udzur syar’i, maka ya dia harus segera membayarnya,” jelasnya.
Seperti ini niat membayar utang puasa ramadhan
Niatnya:
Saya niat puasa besok untuk mengganti puasa Ramadhan yang saya tinggalkan karena Allah Ta‘ala.
Atau versi Arab yang sering beliau sampaikan (ringkas dan tidak memberatkan):
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
Saya niat puasa esok hari untuk qadha Ramadhan karena Allah Ta‘ala.
Lebih lanjut kata Buya, hukum puasa sunnah bisa jadi haram. Apabila seseorang belum menyelesaikan kewajibannya membayar utang atau qadha.
“Artinya setelah Syawal harus segera diqadha, tidak diperkenankan. Bahkan hukumnya jadi haram jika dia berpuasa sunnah,” jelas Buya Yahya.
Namun, apabila antum semangat ingin menjalankan puasa wajib (membayar utang ramadhan), juga menjalani puasa sunnah seperti Syawal bisa dilakukan kok.
Buya Yahya menawarkan solusi yang dinilainya lebih baik, dan bernilai pahala lebih besar. Dengan menganjurkan agar utang puasa Ramadhan dibayar di bulan Syawal.
“Ada solusi yang lebih indah, ketika orang meninggalkan puasa karena bandel maupun wanita haid, bayar utang puasa di bulan Syawal bisa. Maka bisa mendapatkan pahala Syawal,” pesan Pendakwah Indonesia itu.
"Anda mengqadha puasa fardhu sudah melaksanakan kewajiban, di sisi lain dapat bonus pahala puasa sunnah juga. Tapi dengan catatan niatnya tidak usah digabung," katanya lagi.
Load more