Setelah Berhubungan Suami Istri di Malam Ramadhan Lalu Ketiduran hingga Lewat Waktu Imsak, Apakah Boleh Puasa?
- Istimewa
tvOnenews.com - Bulan Ramadhan menghadirkan suasana ibadah yang berbeda dari bulan-bulan lainnya.
Ritme hidup berubah, waktu makan bergeser, dan malam hari yang biasanya digunakan untuk beristirahat justru terasa lebih hidup dengan berbagai amalan.
Di tengah kekhusyukan itu, tidak jarang muncul pertanyaan-pertanyaan praktis seputar puasa, salah satunya berkaitan dengan hubungan suami istri di malam hari.
Sebagaimana diketahui, Islam membolehkan suami istri berhubungan di malam Ramadhan hingga sebelum terbit fajar.
Namun, bagaimana jika setelah berhubungan, seseorang tertidur dan baru terbangun ketika waktu imsak bahkan Subuh telah masuk? Apakah puasanya tetap sah?

- Pexels/SHVETS production
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kondisi semacam ini adalah hal yang wajar terjadi dan tidak otomatis membatalkan puasa.
Yang terpenting adalah bagaimana sikap seorang Muslim setelah menyadari keadaannya.
Beliau menerangkan langkah yang sebaiknya dilakukan ketika menghadapi situasi tersebut:
“Jika seperti itu, apa yang harus dilakukan, mandi dulu, kemudian selesaikan mandinya, setelah selesai mandi bersih, tunaikan shalat subuh,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Penjelasan ini menegaskan bahwa kewajiban utama setelah bangun dalam keadaan junub adalah segera bersuci.
Mandi janabah menjadi prioritas agar seorang Muslim dapat menunaikan shalat Subuh dalam keadaan suci.
Ustaz Adi Hidayat juga memberikan panduan yang indah bagi pasangan suami istri yang mungkin tidak sempat menuju masjid.
“Subuh berjamaah, tidak sempat ke masjid. Suaminya jadi imam, dan istrinya jadi makmum, dan memohon kepada Allah SWT semoga dengan itu diberikan kebaikan-kebaikan oleh Allah SWT,” ujarnya.

- Pexels/ Gül Işık
Anjuran ini menunjukkan bahwa keterlambatan karena ketiduran bukan alasan untuk meninggalkan shalat berjamaah.
Bahkan di rumah pun, suasana ibadah tetap bisa dihidupkan dengan penuh kekhusyukan.
Setelah shalat, beliau mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar sebagai bentuk kerendahan hati seorang hamba.
“Setelah selesai shalatnya, beristighfar mengamalkan riwayat hadis nomor hadis 571,” tambahnya.
Istighfar bukan semata-mata karena kesalahan, tetapi juga sebagai wujud penghambaan dan permohonan ampun kepada Allah.
Load more