Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Saat Konflik Memanas, Persatuan Umat Harus Diutamakan
- Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat-Israel vs Iran kembali menjadi sorotan dunia.
Dampaknya tidak hanya terasa di kawasan Timur Tengah, tetapi juga memunculkan beragam respons di tengah umat Islam global, termasuk di Indonesia.
Dalam situasi seperti ini, suara yang menyejukkan dan menyerukan persatuan menjadi sangat penting agar umat tidak terjebak dalam sentimen sektarian yang justru memperlemah barisan sendiri.
Berikut teks khutbah Jumat singkat tema pentingnya persatuan umat di tengah memanasnya konflik.

- Antara
Khutbah Jumat: Saat Konflik Memanas, Persatuan Umat Harus Diutamakan
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan dengan ketaatan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semakin bertambah usia kita, seharusnya semakin matang pula keimanan dan kebijaksanaan kita.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Umat Islam hari ini hidup di tengah berbagai ujian. Salah satunya adalah konflik dan peperangan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Ketegangan antarnegara, pertikaian politik, serta kepentingan global sering kali menyeret sentimen keagamaan dan mazhab, sehingga umat Islam ikut terpecah dalam menyikapinya.
Padahal, jika kita menengok sejarah, perpecahan di tubuh umat bukanlah hal baru. Sejak masa sahabat, perbedaan pandangan pernah terjadi.
Namun perbedaan itu tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci dan memutus ukhuwah Islamiyah.
Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam firman-Nya:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًا
Artinya: “Kalian semua hendaklah berpegang teguh pada tali (agama) Allah, dan janganlah bercerai-berai, dan ingatlah anugerah Allah kepada kalian ketika kalian dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hati kalian sehingga dengan karunia-Nya kalian menjadi bersaudara.” (QS. Ali Imran: 103)
Ayat ini adalah perintah langsung dari Allah agar umat Islam tidak terpecah belah. Perpecahan hanya akan melemahkan kekuatan umat, sedangkan persatuan akan melahirkan kekuatan dan keberkahan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dalam menyikapi konflik global, jangan sampai kita terjebak pada fanatisme golongan. Jangan sampai sentimen mazhab membuat kita lupa pada nilai keadilan dan kemanusiaan. Kezaliman tetaplah kezaliman, siapa pun pelakunya. Dan membela pihak yang dizalimi adalah bagian dari ajaran Islam.
Namun demikian, sikap kita harus tetap dilandasi kebijaksanaan, bukan emosi. Kita tidak diperintahkan untuk menambah kebencian, tetapi untuk menegakkan keadilan dan menjaga persaudaraan sesama Muslim.
Nabi Muhammad SAW telah memberi teladan bagaimana menyikapi perbedaan. Dalam sebuah riwayat sahih disebutkan bahwa ketika para sahabat berbeda pendapat dalam memahami perintah beliau tentang waktu shalat Asar di Bani Quraidzah, setelah peristiwa itu dilaporkan, Abdullah bin Umar berkata:
فَلَمْ يُعَنِّفْ وَاحِدًا مِنْهُمْ
Artinya: “Nabi tidak mencela satu pun di antara mereka.” (HR. al-Bukhari)
Perbedaan ijtihad tidak membuat Nabi memecah belah sahabatnya. Beliau lebih mengutamakan persatuan dan menjaga hati para sahabat.
Maka sudah sepatutnya kita meneladani akhlak tersebut. Jangan mudah menyalahkan sesama Muslim hanya karena perbedaan pandangan politik atau mazhab. Jangan pula menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Umat Islam akan kuat jika bersatu. Umat Islam akan lemah jika saling menjatuhkan. Karena itu, marilah kita perkuat ukhuwah, kita jaga lisan dari ujaran kebencian, dan kita bangun solidaritas atas dasar iman dan kemanusiaan.
Semoga Allah menyatukan hati kita, memperbaiki keadaan umat, dan menjauhkan kita dari fitnah perpecahan.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

- Pexels/Mohammed Alim
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita kembali mempertebal ketakwaan kepada Allah. Janganlah kita meninggal dunia kecuali dalam keadaan Muslim yang tunduk dan taat kepada-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Ahzab ayat 56:
اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab:56)
Marilah kita perbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai wujud cinta dan ketaatan kita.
Mari kita berdoa:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَهُمْ، وَارْزُقْهُمُ الْحِكْمَةَ فِيْ مُوَاجَهَةِ الْفِتَنِ.
اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
(gwn)
Sumber: NU Online, Quran Kemenag
Load more