Teks Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Sikap Umat Muslim Menghadapi Konflik dan Fitnah
- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @tresnanyyy
Pertama: Mengedepankan Tabayun (Klarifikasi)
Janganlah kita terburu-buru menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ ٦
yâ ayyuhalladzîna âmanû in jâ'akum fâsiqum binaba'in fa tabayyanû an tushîbû qaumam bijahâlatin fa tushbiḫû ‘alâ mâ fa‘altum nâdimîn
Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.
Di era informasi ini, menahan diri dari menyebarkan hoaks adalah bentuk jihad menjaga kedamaian.
Kedua: Menjaga Lisan dan Menghindari Perdebatan Kusir
Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar.
Dalam konflik, seringkali ego lebih menonjol daripada kebenaran. Sikap tawazun (seimbang) dan adil sangat diperlukan agar perbedaan pendapat tidak berujung pada perpecahan.
Nabi bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُو السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوْا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ
Artinya: “Wahai manusia, tebarkanlah (salam) perdamaian, berilah makan orang lain, dan shalatlah di saat orang-orang sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan damai.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Ketiga: Mengutamakan Ishlah (Perdamaian)
Tugas setiap Muslim saat melihat dua pihak berselisih adalah melakukan ishlah atau mendamaikan.
Load more