Harta Banyak Belum Tentu Berkah, Ini Ciri-cirinya Kata Ustaz Adi Hidayat
- pixabay
tvOnenews.com - Dalam kehidupan modern, banyak orang berlomba-lomba mengumpulkan harta sebanyak mungkin.
Namun, tidak semua kekayaan membawa ketenangan dan manfaat.
Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH menjelaskan bahwa kunci utama bukan pada jumlah harta, melainkan pada keberkahannya.
Menurut UAH, konsep keberkahan berangkat dari bagaimana seseorang memanfaatkan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Ia mengutip makna firman Allah bahwa siapa yang bersyukur dan menggunakan nikmat sesuai perintah-Nya, maka nikmat itu akan ditambah dan dijaga.
"Kalau Engkau bersyukur kepada-Ku menggunakan semua nikmat yang telah Aku berikan sesuai dengan perintah-Ku dan fungsinya, maka Aku akan tambahkan lagi bagi kalian. Dan Aku akan rawat kalian beserta dengan nikmat-nikmat itu, hingga semua nikmat terpakai dalam hidup kalian".
"Itu yang disebut dengan berkah," ujar Ustaz Adi Hidayat.
- pixabay
Ustaz Adi Hidayat kemudian memberikan gambaran sederhana yang mudah dipahami.
Seseorang dengan penghasilan kecil bisa merasakan manfaat penuh dari hartanya, sementara yang bergaji besar justru tidak merasakan apa-apa karena hartanya cepat habis tanpa nilai guna.
"Kadang-kadang kasian banget. Dapat gaji 100 juta, tapi sepekan habis," lanjutnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa banyaknya harta tidak menjamin kebahagiaan.
Justru, keberkahan hadir ketika harta digunakan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat.
"Harta yang banyak dan berkah nggak apa-apa yang penting digunakan untuk berkah, pergi haji, pergi umrah, sedekah, ditambah lagi, digunakan lagi untuk berkah," ucapn Ustaz Adi Hidayat.
Namun realitas yang sering terjadi saat ini justru sebaliknya.
Banyak orang terus menumpuk kekayaan, tetapi tidak pernah benar-benar menikmati atau memanfaatkannya.
"Sekarang banyak orang aneh, kalau Anda cek kekayaannya luar biasa, triliunan, tapi masih mengharapkan yang lain. Padahal yang itu aja belum kepakai untuk dia," tambahnya.
Ustaz Adi Hidayat bahkan menggambarkan kondisi tersebut dengan perumpamaan yang cukup tajam.
"Bawa 1 miliar untuk makan di restoran, nggak akan habis. Tapi sudah mau makan aspal, makan hutan," ujarnya.
Ia menilai, kehidupan seperti itu justru menyedihkan.
Harta hanya dikumpulkan tanpa dimanfaatkan, hingga akhirnya bisa menimbulkan masalah ketika ditinggalkan.
"Hidupnya kasian, harta dikumpul-kumpul, tapi nggak kepakai, lalu mati. Kalau nggak berkah bisa celaka itu, anak cucunya rebutan," lanjutnya.
Sebaliknya, ketika harta digunakan sesuai fungsinya—untuk kebaikan, ibadah, dan membantu sesama—maka keberkahan akan hadir dalam kehidupan.
Harta tidak hanya cukup, tetapi juga membawa nilai kebaikan yang terus bertambah.
"Kepakai semua, ada manfaatnya. Nilai kebaikannya bertambah," ucap Ustaz Adi Hidayat.
Dari penjelasan ini, jelas bahwa keberkahan harta bukan soal besar kecilnya angka, melainkan bagaimana harta itu digunakan.
Sebab pada akhirnya, yang memberi makna pada kekayaan bukan jumlahnya, tetapi manfaat yang dihasilkan dalam kehidupan. (gwn)
Load more