Teks Khutbah Jumat 15 Mei 2026 Singkat Jelang Idul Adha: Luruskan Niat dalam Berkurban
- Ilustrasi AI/ChatGPT
tvOnenews.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Islam kembali diingatkan tentang makna besar dari ibadah kurban.
Tidak hanya soal menyembelih hewan, kurban juga menjadi bukti ketakwaan, ketaatan, dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT.
Karena itu, khutbah Jumat singkat 15 Mei 2026 ini mengangkat tema tentang pentingnya meluruskan niat dalam berkurban agar ibadah yang dilakukan benar-benar bernilai di sisi Allah dan terhindar dari sikap riya maupun pamer harta.
Teks Khutbah Jumat Singkat 15 Mei 2026: Luruskan Niat dalam Berkurban
Khutbah Pertama
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
وَ إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Sudah seharusnya kita terus mengoreksi diri, melihat sejauh mana amal baik yang telah kita lakukan dan dosa apa saja yang masih kita kerjakan.
Jika masih ada kebiasaan buruk dalam diri kita, maka inilah waktu yang tepat untuk memperbaikinya. Sedangkan amal saleh yang sudah dijalankan hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Tidak lama lagi umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Adha. Pada hari yang mulia tersebut, terdapat ibadah agung yang sangat dianjurkan, yakni ibadah kurban. Kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim alaihissalam.
Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Shalatlah untuk Rabb-mu dan menyembelihlah (untuk Rabb-mu)” (QS. Al-Kautsar: 2).
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga bersabda:
من كان له سِعَةٌ ولم يُضَحِّ فلا يَشهدْ مصلَّانا
“Barangsiapa memiliki kelapangan, namun ia tidak berqurban, maka janganlah datangi mushalla kami.”
Kaum muslimin yang dirahmati Allah,
Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga melatih keikhlasan dan pengorbanan dalam diri seorang mukmin. Semakin besar pengorbanan yang diberikan seseorang karena Allah, maka semakin besar pula pahala yang akan diperoleh.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
إنَّ عِظمَ الجزاءِ مع عِظمِ البلاءِ
“Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian.”
Selain itu, kurban juga menjadi bukti tauhid dan ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:
قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ
“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya untuk Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu baginya” (QS. al-An’am: 162).
Karena itu, sangat penting bagi kita untuk meluruskan niat dalam berkurban. Jangan sampai ibadah yang mulia ini berubah menjadi ajang pamer kekayaan, mencari pujian, atau ingin dipandang hebat oleh manusia.
Dalam sebuah riwayat, Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ’anhu berkata:
كانَ الرَّجلُ في عَهدِ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ يُضحِّي بالشَّاةِ عنهُ وعن أَهلِ بيتِهِ فيأْكلونَ ويَطعَمونَ ثمَّ تباهى النَّاسُ فصارَ كما ترى
“Dahulu di masa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, seorang lelaki berkurban dengan satu kambing untuk dirinya dan keluarganya. Mereka memakannya dan juga memberikannya kepada orang lain. Namun kemudian orang-orang mulai saling berbangga-bangga dengan hewan kurban mereka.”
Hadirin rahimani wa rahimakumullah,
Fenomena saling pamer dalam beribadah sudah ada sejak dahulu. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati agar ibadah kurban benar-benar dilakukan dengan hati yang ikhlas hanya karena Allah SWT.
Allah ta’ala berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Kita tidak diperintahkan, kecuali untuk menyembah Allah semata dan memurnikan amal ibadah hanya kepada-Nya.”
Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang ikhlas dalam setiap amal ibadah.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Mukminin rahimani wa rahimakumullah,
Ikhlas merupakan syarat diterimanya amal ibadah. Sebesar apa pun pengorbanan seseorang, jika dilakukan demi pujian manusia, maka amal tersebut tidak bernilai di sisi Allah SWT.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya semua amalan tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan.”
Karena itu, jangan sampai ibadah kurban dilakukan demi popularitas, pujian, atau sekadar ingin disebut sebagai orang kaya dan dermawan.
Allah SWT telah mengingatkan dalam firman-Nya:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
“Barangsiapa yang menginginkan balasan di kehidupan dunia, maka Kami berikan kepadanya apa yang Kami kehendaki. Namun kemudian Kami sediakan baginya neraka Jahannam.”
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Mari kita sambut Idul Adha dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Semoga ibadah kurban yang kita lakukan benar-benar menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membawa keberkahan bagi sesama.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan memberikan keikhlasan dalam setiap kebaikan yang kita lakukan.
إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد, اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد
ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين
ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
اللهم أصلح ولاة أمورنا وارزقهم البطانة الصالحة الناصحة التي تدلهم على الخير وتعينهم عليه يا رب العالمين
اللهم انصر إخواننا المؤمنين المستضعفين في بورما، وسوريا، وفلسطين، وفي كل مكان
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
(gwn)
Load more