Ketiban Durian Runtuh, Megawati Hangestri Tembus 300 Besar Daftar Pevoli Dunia, Torehkan Prestasi Baru dan Siap Menaklukkan Eropa?
- KOVO
tvOnenews.com - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali mencuat di kancah internasional, bukan hanya karena aksi gemilangnya di lapangan, melainkan karena pencapaiannya sebagai salah satu pemain voli terbaik dunia.
Berdasarkan data dari Volleybox.net, Megawati kini menempati peringkat ke-268 dunia pada 2025.
Ini merupakan pencapaian langka dan luar biasa bagi seorang atlet asal Indonesia, apalagi mengingat Megawati tidak berasal dari negara dengan tradisi voli kuat seperti Brasil, Italia, atau Jepang.
Peringkat yang diraih Megawati ini menunjukkan konsistensinya selama dua musim bermain di Korean V-League bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks.
Dalam musim keduanya (2024/25), ia menutup kompetisi dengan torehan 867 poin, angka yang membuatnya tetap menjadi andalan tim meski Red Sparks gagal melaju ke final.
Megawati juga menerima penghargaan “Best Spiker” musim ini, gelar yang tercantum dalam database Volleybox dan menjadi nilai tambah signifikan dalam sistem pemeringkatan mereka.
Volleybox.net sendiri dikenal sebagai platform statistik dan data komunitas voli paling aktif secara global. Meskipun bukan lembaga resmi seperti FIVB, situs ini diakui oleh komunitas internasional karena kelengkapan datanya.

- Instagram @petro_voli
Peringkat yang ditampilkan dihitung berdasarkan kombinasi variabel seperti performa individual, level liga yang diikuti, penghargaan yang diraih, dan nilai kontribusi dalam pertandingan.
Keberhasilan Megawati masuk jajaran 300 besar dunia mencerminkan kekuatan statistiknya yang terus menanjak.
Tak hanya menyabet "Best Spiker" di V-League, Megawati juga pernah menerima penghargaan “Best Opposite Spiker” di AVC Challenge Cup 2023 serta “Best Spiker” di ajang Pekan Olahraga Nasional 2023/24.
Semua prestasi tersebut memperkuat posisinya dalam daftar pevoli elite dunia. Bahkan, media Turki turut menyoroti kiprahnya, menyebutnya sebagai "pevoli berhijab paling populer di dunia," bersanding dengan legenda voli Asia lainnya.
Di tengah pencapaiannya tersebut, Megawati baru-baru ini juga dianugerahi "Asia’s Most Impactful Female Player 2025" oleh komunitas Asian Volleyball Pulse.
Sebuah penghargaan kehormatan yang diberikan kepada atlet yang menunjukkan dampak signifikan di luar performa lapangan.
Mulai dari inspirasi bagi generasi muda hingga keterlibatannya dalam diplomasi budaya lewat olahraga.
Penghargaan ini menandai babak baru dalam karier internasional Megawati dan membuka lebih banyak peluang bagi perpindahan ke liga top dunia.
Rumor transfer Megawati ke klub voli raksasa Turki, Fenerbahce Opet, semakin menguat seiring peningkatan prestasi dan popularitasnya.
Sultanlar Ligi, liga voli wanita di Turki, kerap disebut sebagai “Serie-A-nya bola voli dunia” karena dipenuhi bintang kelas dunia seperti Eda Erdem dan Paola Egonu.
Jika Megawati benar-benar hijrah ke sana, ia akan menghadapi kompetisi jauh lebih ketat, tapi juga memiliki peluang besar untuk meroket ke ranking lebih tinggi.

- KOVO
Peluang Megawati mengembangkan karier di Turki juga mendapat respons positif dari kapten tim nasional Turki, Zehra Gunes.
Dalam wawancara dengan TRT Spor, Zehra menyatakan, “Kami memantau banyak pemain muda berbakat dari Asia. Megawati punya potensi besar dan bisa berkembang pesat jika bergabung ke Sultanlar Ligi.”
Ucapan Zehra ini menambah legitimasi bahwa Megawati memang dinilai layak oleh komunitas elite voli dunia.
Perjalanan Megawati sejauh ini merupakan buah dari keberaniannya keluar dari zona nyaman. Ia meninggalkan liga Indonesia untuk bermain di Korea Selatan, negara dengan sistem liga profesional yang ketat dan disiplin tinggi.
Meski pada musim 2024/25 Megawati tidak terpilih dalam Best 7 V-League seperti musim sebelumnya, statistik individunya tetap kompetitif.
Dengan total dua musim mencetak lebih dari 1.600 poin untuk Red Sparks, kontribusinya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Langkah berikutnya tampaknya semakin jelas. Jika kepindahan ke Turki terealisasi, Megawati bukan hanya akan menjadi duta olahraga Indonesia di Eropa, tetapi juga membuka jalan bagi atlet Indonesia lainnya untuk bermimpi lebih besar.
Dan bukan tak mungkin, di musim-musim mendatang, peringkat 268 akan berubah menjadi 150 atau bahkan 100 besar dunia. (udn)
Load more