Mengenal Medina Warda Aulia, Pecatur Elit Indonesia yang Raih Emas SEA Games 2025 Meski Sedang Hamil Tua
- Instagram @medianwarda
tvOnenews.com - Nama Medina Warda Aulia menjadi sorotan publik pada SEA Games 2025 Thailand.
Bukan semata karena prestasi gemilangnya di papan catur, tetapi juga karena kisah luar biasa di balik medali emas yang ia raih.
Dalam kondisi hamil tua (36 minggu), Medina tetap turun bertanding dan berkontribusi besar membawa tim catur putri Indonesia meraih emas nomor rapid chess beregu.
Momen tersebut menjadikan SEA Games ke-33 sebagai salah satu mmen tak terlupakan dalam perjalanan karier Medina, sekaligus menghadirkan simbol ketangguhan atlet perempuan Indonesia.
Pada Selasa (16/12/2025), tim catur cepat beregu putri Indonesia memastikan medali emas usai menundukkan Vietnam dengan skor ketat 2,5–1,5 di partai final.
- Instagram @medianwarda
Bertanding di The Bazaar Hotel, Bangkok, Medina tampil tenang dan penuh konsentrasi meski tengah berada di bulan terakhir kehamilannya.
Bersama Irene Kharisma Sukandar, Dewi Ardhiani Anastasia Citra, Chelsie Monica Sihite, dan Laysa Latifah, serta didampingi pelatih Kristianus Liem, Medina dipercaya turun di laga krusial.
Kepercayaan staf pelatih itu terbayar lunas.
Medina bahkan mampu menyelesaikan partainya lebih cepat, memberikan keunggulan psikologis bagi tim Merah Putih.
Dukungan dari rekan setim dan keluarga menjadi kekuatan utama bagi Medina dalam menjalani kompetisi yang sarat tekanan, baik secara fisik maupun mental.
Medina bukan nama baru di kancah catur nasional maupun internasional.
Pecatur kelahiran 7 Juli 1997 ini telah lama menjadi tulang punggung tim catur putri Indonesia, khususnya di nomor catur cepat.
Ia memegang gelar International Master (IM) sejak 2020 dan telah lebih dahulu menyandang gelar Grandmaster Wanita (WGM) pada 2013.
Prestasi tersebut menjadikannya WGM termuda di Indonesia, yang diraih saat berusia 16 tahun 2 bulan, sekaligus memecahkan rekor sebelumnya.
Minat Medina pada catur berawal dari sang ayah, Nur Muchlisin, yang memperkenalkannya pada permainan strategi ini sejak kecil.
Hanya dalam waktu tiga bulan belajar, Medina sudah mampu menjuarai turnamen tingkat DKI Jakarta. Tak lama berselang, ia kembali menjadi juara di Kejuaraan Nasional.
Load more