Lolos Delapan Besar Piala Asia 2026, Hector Souto Sebut Timnas Futsal Indonesia Tetap Siaga Hadapi Irak
- Tim tvOne/Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mulai mengalihkan fokus timnya ke laga pamungkas fase grup AFC Futsal 2026. Lawan yang akan dihadapi bukan tim sembarangan, melainkan Irak yang dikenal sebagai salah satu kekuatan futsal di kawasan Asia Barat.
Timnas Futsal Indonesia saat ini berada dalam kondisi cukup ideal setelah mengamankan hasil maksimal di dua pertandingan awal. Muhammad Iqbal Iskandar dan rekan-rekannya sukses menyapu bersih dua laga dengan kemenangan.
Kemenangan atas Korea Selatan dan Kirgistan membuat Indonesia mengoleksi enam poin. Raihan tersebut memastikan skuad Merah Putih melangkah ke babak perempat final sebelum laga terakhir dimainkan.
Meski sudah mengamankan tiket ke fase gugur, Timnas Futsal Indonesia masih menyisakan satu pertandingan di fase grup Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut akan mempertemukan Indonesia dengan Irak yang sama-sama tampil impresif.
Duel Indonesia vs Irak dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (31/1). Pertandingan ini dipastikan berjalan sengit karena akan menentukan posisi juara grup.
Status juara grup menjadi target penting lantaran akan berpengaruh pada peta persaingan di babak perempat final. Lawan yang dihadapi nantinya bisa berbeda tergantung hasil laga terakhir fase grup tersebut.
Menjelang pertandingan krusial itu, Hector Souto memberikan pandangannya terkait kekuatan Irak. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai Irak memiliki kualitas individu yang berada di level sangat tinggi.
“(Pertandingan melawan Irak) akan menjadi laga yang rumit. Saya sudah bilang di konferensi pers sebelum turnamen bahwa Irak punya lima sampai enam pemain luar biasa dalam situasi satu lawan satu, serta strategi menggunakan kiper,” ujar Hector Souto, Kamis (29/1/2026).
“Ketika kiper mereka terlibat dalam permainan, mereka bisa menimbulkan masalah. Irak juga punya gaya futsal yang cenderung kebarat-baratan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Souto menilai gaya bermain Irak sangat berbahaya jika tidak diantisipasi dengan baik. Kecepatan dan kemampuan individu menjadi senjata utama yang kerap menyulitkan lawan-lawannya.
“Mereka cepat dan bermain dengan kemampuan yang luar biasa. Mereka hampir selalu mencetak gol melalui situasi individu, jadi kami perlu mewaspadai hal itu dan mencoba lebih menguasai bola dibanding pertandingan sebelumnya,” ucap Souto.
Di sisi lain, Souto juga melakukan evaluasi terhadap performa anak asuhnya sendiri. Ia menilai permainan ofensif Indonesia saat menghadapi Kirgistan masih belum sepenuhnya memuaskan.
Pelatih berusia 44 tahun itu menganggap Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Khususnya dalam hal efektivitas serangan dan pemanfaatan peluang di depan gawang lawan.
Menurut Souto, penguasaan bola akan menjadi faktor krusial saat menghadapi Irak. Dengan kontrol permainan yang baik, Indonesia diharapkan mampu meredam agresivitas lawan.
Irak sendiri datang ke laga ini dengan modal yang tak kalah meyakinkan. Skuad berjuluk Singa Mesopotamia itu juga berhasil mengamankan dua kemenangan dari dua laga awal.
Pada pertandingan pertama, Irak menumbangkan Kirgistan dengan skor 4-2. Mereka kemudian melanjutkan tren positif dengan kemenangan 3-2 atas Korea Selatan di laga kedua.
Dengan kondisi tersebut, laga Indonesia vs Irak dipastikan menjadi penentu juara Grup A. Jika pertandingan berakhir imbang, Timnas Futsal Indonesia tetap berhak keluar sebagai pemuncak klasemen akhir fase grup.
(igp)
Load more