News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nurfendi Raih Medali Emas Pertama Kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Nurfendi tampil gemilang di cabang olahraga balap sepeda ASEAN Para Games 2025 nomor men’s individual time trial kategori B yang digelar di kawasan Suranaree University of Technology, Thailand, Rabu (21/1/2026) pagi
Rabu, 21 Januari 2026 - 19:43 WIB
Nurfendi Jadi Peraih Medali Emas Pertama di ASEAN Para Games
Sumber :
  • NPC Indonesia

Jakarta, tvOnenews.com - Atlet para balap sepeda Indonesia, Nurfendi, sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih pada ajang ASEAN Para Games 2025.

Nurfendi tampil gemilang di nomor men’s individual time trial kategori B yang digelar di kawasan Suranaree University of Technology, Thailand, Rabu (21/1/2026) pagi. Berduet dengan Mufti Fadilah Salma sebagai pilot, Nurfendi mampu finis sebagai yang tercepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, pasangan tandem Nurfendi/Mufti sejatinya tidak diunggulkan meraih medali emas. Bahkan, sebelum berangkat ke Thailand, target realistis yang dibidik hanyalah medali perak.

Target tersebut bukan tanpa alasan. Pada Desember 2025 lalu, Nurfendi/Mufti sempat kalah dari pasangan tandem andalan Thailand, Surachai Yokphanitchakit/Jetsada, dengan selisih waktu sekitar 10 detik.

Namun, hanya berselang satu bulan, Nurfendi/Mufti berhasil membalikkan keadaan. Dalam balapan sejauh 31,2 kilometer, mereka mencatatkan waktu 41 menit 59,763 detik, unggul sekitar 10 detik dari Surachai/Jetsada dan memastikan medali emas.

Prestasi membanggakan ini tentu tidak diraih secara instan. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat kerja keras, konsistensi, serta disiplin tinggi yang dijalani Nurfendi. Ia juga mampu bangkit setelah sebelumnya kurang bersinar di cabang olahraga para atletik yang sempat menjadi pilihan awalnya.

“Awal saya bergabung dengan NPC Indonesia itu tahun 2011. Awalnya saya ikut atletik dulu. Namun seiring waktu, saya mulai bergabung di para balap sepeda pada tahun 2018,” ujar Nurfendi, Rabu (21/1/2026).

“Dari situ saya punya impian untuk berprestasi lebih tinggi. Di atletik saya merasa stagnan. Setelah masuk para balap sepeda, saya merasa kondisi fisik dan suasana hati saya lebih cocok di cabang ini,” lanjutnya.

Kegigihan Nurfendi sejatinya telah tercermin sejak masa remajanya. Keterbatasan fisik yang ia miliki tidak pernah dijadikan alasan untuk bergantung sepenuhnya pada keluarga.

“Saya tidak pernah bermimpi sampai sejauh ini. Awalnya masuk sekolah luar biasa hanya berpikir bagaimana bisa hidup mandiri, tidak menyusahkan orang tua,” tutur Nurfendi dengan nada haru.

Kini, Nurfendi dapat berdiri tegak setelah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia pun tak lupa mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya sebagai atlet.

“Kemenangan ini saya persembahkan pertama untuk Bangsa Indonesia, kedua untuk NPC Indonesia, dan ketiga untuk keluarga serta para pelatih,” katanya.

Nurfendi juga mengakui bahwa pertandingan di Nakhon Ratchasima berlangsung dengan tingkat tekanan yang tinggi. Ia sempat merasakan ketegangan luar biasa pada awal lomba, sebelum akhirnya mampu mengendalikan diri.

“Awal start saya merasakan ketegangan yang sangat besar. Tapi setelah satu lap, dua lap, mendengar informasi selisih waktu dari pelatih, saya jadi lebih tenang dan rileks,” ungkap peraih medali perak Asian Para Games 2022 tersebut.Nurfendi Raih Medali Emas Pertama Kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Jakarta, tvOnenews.com – Atlet para balap sepeda Indonesia, Nurfendi, sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih pada ajang ASEAN Para Games 2025.

Nurfendi tampil gemilang di nomor men’s individual time trial kategori B yang digelar di kawasan Suranaree University of Technology, Thailand, Rabu (21/1/2026) pagi. Berduet dengan Mufti Fadilah Salma sebagai pilot, Nurfendi mampu finis sebagai yang tercepat.

Menariknya, pasangan tandem Nurfendi/Mufti sejatinya tidak diunggulkan meraih medali emas. Bahkan, sebelum berangkat ke Thailand, target realistis yang dibidik hanyalah medali perak.

Target tersebut bukan tanpa alasan. Pada Desember 2025 lalu, Nurfendi/Mufti sempat kalah dari pasangan tandem andalan Thailand, Surachai Yokphanitchakit/Jetsada, dengan selisih waktu sekitar 10 detik.

Namun, hanya berselang satu bulan, Nurfendi/Mufti berhasil membalikkan keadaan. Dalam balapan sejauh 31,2 kilometer, mereka mencatatkan waktu 41 menit 59,763 detik, unggul sekitar 10 detik dari Surachai/Jetsada dan memastikan medali emas.

Prestasi membanggakan ini tentu tidak diraih secara instan. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat kerja keras, konsistensi, serta disiplin tinggi yang dijalani Nurfendi. Ia juga mampu bangkit setelah sebelumnya kurang bersinar di cabang olahraga para atletik yang sempat menjadi pilihan awalnya.

“Awal saya bergabung dengan NPC Indonesia itu tahun 2011. Awalnya saya ikut atletik dulu. Namun seiring waktu, saya mulai bergabung di para balap sepeda pada tahun 2018,” ujar Nurfendi, Rabu (21/1/2026).

“Dari situ saya punya impian untuk berprestasi lebih tinggi. Di atletik saya merasa stagnan. Setelah masuk para balap sepeda, saya merasa kondisi fisik dan suasana hati saya lebih cocok di cabang ini,” lanjutnya.

Kegigihan Nurfendi sejatinya telah tercermin sejak masa remajanya. Keterbatasan fisik yang ia miliki tidak pernah dijadikan alasan untuk bergantung sepenuhnya pada keluarga.

“Saya tidak pernah bermimpi sampai sejauh ini. Awalnya masuk sekolah luar biasa hanya berpikir bagaimana bisa hidup mandiri, tidak menyusahkan orang tua,” tutur Nurfendi dengan nada haru.

Kini, Nurfendi dapat berdiri tegak setelah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia pun tak lupa mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya sebagai atlet.

“Kemenangan ini saya persembahkan pertama untuk Bangsa Indonesia, kedua untuk NPC Indonesia, dan ketiga untuk keluarga serta para pelatih,” katanya.

Nurfendi juga mengakui bahwa pertandingan di Nakhon Ratchasima berlangsung dengan tingkat tekanan yang tinggi. Ia sempat merasakan ketegangan luar biasa pada awal lomba, sebelum akhirnya mampu mengendalikan diri.

“Awal start saya merasakan ketegangan yang sangat besar. Tapi setelah satu lap, dua lap, mendengar informasi selisih waktu dari pelatih, saya jadi lebih tenang dan rileks,” ungkap peraih medali perak Asian Para Games 2022 tersebut.Nurfendi Raih Medali Emas Pertama Kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Jakarta, tvOnenews.com – Atlet para balap sepeda Indonesia, Nurfendi, sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih pada ajang ASEAN Para Games 2025.

Nurfendi tampil gemilang di nomor men’s individual time trial kategori B yang digelar di kawasan Suranaree University of Technology, Thailand, Rabu (21/1/2026) pagi. Berduet dengan Mufti Fadilah Salma sebagai pilot, Nurfendi mampu finis sebagai yang tercepat.

Menariknya, pasangan tandem Nurfendi/Mufti sejatinya tidak diunggulkan meraih medali emas. Bahkan, sebelum berangkat ke Thailand, target realistis yang dibidik hanyalah medali perak.

Target tersebut bukan tanpa alasan. Pada Desember 2025 lalu, Nurfendi/Mufti sempat kalah dari pasangan tandem andalan Thailand, Surachai Yokphanitchakit/Jetsada, dengan selisih waktu sekitar 10 detik.

Namun, hanya berselang satu bulan, Nurfendi/Mufti berhasil membalikkan keadaan. Dalam balapan sejauh 31,2 kilometer, mereka mencatatkan waktu 41 menit 59,763 detik, unggul sekitar 10 detik dari Surachai/Jetsada dan memastikan medali emas.

Prestasi membanggakan ini tentu tidak diraih secara instan. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat kerja keras, konsistensi, serta disiplin tinggi yang dijalani Nurfendi. Ia juga mampu bangkit setelah sebelumnya kurang bersinar di cabang olahraga para atletik yang sempat menjadi pilihan awalnya.

“Awal saya bergabung dengan NPC Indonesia itu tahun 2011. Awalnya saya ikut atletik dulu. Namun seiring waktu, saya mulai bergabung di para balap sepeda pada tahun 2018,” ujar Nurfendi, Rabu (21/1/2026).

“Dari situ saya punya impian untuk berprestasi lebih tinggi. Di atletik saya merasa stagnan. Setelah masuk para balap sepeda, saya merasa kondisi fisik dan suasana hati saya lebih cocok di cabang ini,” lanjutnya.

Kegigihan Nurfendi sejatinya telah tercermin sejak masa remajanya. Keterbatasan fisik yang ia miliki tidak pernah dijadikan alasan untuk bergantung sepenuhnya pada keluarga.

“Saya tidak pernah bermimpi sampai sejauh ini. Awalnya masuk sekolah luar biasa hanya berpikir bagaimana bisa hidup mandiri, tidak menyusahkan orang tua,” tutur Nurfendi dengan nada haru.

Kini, Nurfendi dapat berdiri tegak setelah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia pun tak lupa mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya sebagai atlet.

“Kemenangan ini saya persembahkan pertama untuk Bangsa Indonesia, kedua untuk NPC Indonesia, dan ketiga untuk keluarga serta para pelatih,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nurfendi juga mengakui bahwa pertandingan di Nakhon Ratchasima berlangsung dengan tingkat tekanan yang tinggi. Ia sempat merasakan ketegangan luar biasa pada awal lomba, sebelum akhirnya mampu mengendalikan diri.

“Awal start saya merasakan ketegangan yang sangat besar. Tapi setelah satu lap, dua lap, mendengar informasi selisih waktu dari pelatih, saya jadi lebih tenang dan rileks,” ungkap peraih medali perak Asian Para Games 2022 tersebut.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gaungkan MBG Tetap Berjalan, Ribuan Massa Gelar Aksi Damai di DPRD Kota Probolinggo

Gaungkan MBG Tetap Berjalan, Ribuan Massa Gelar Aksi Damai di DPRD Kota Probolinggo

Dukungan terhadap program MBG menggema di Probolinggo. Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pangan Bergizi Probolinggo Raya menggelar aksi damai
Link Live Streaming AVC Men's Cup 2026, Sabtu 27 Juni: Timnas Voli Indonesia Hadapi Tuan Rumah yang Masih Unbeaten

Link Live Streaming AVC Men's Cup 2026, Sabtu 27 Juni: Timnas Voli Indonesia Hadapi Tuan Rumah yang Masih Unbeaten

Link Live Streaming AVC Men's Cup 2026 Sabtu 27 Juni yang akan menyajikan tiga pertandingan termasuk duel Timnas Voli Indonesia vs India di babak semifinal.
Hasil Semifinal Princess Cup 2026: Bertekuk Lutut Pada Vietnam, Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Gagal Melaju ke Final

Hasil Semifinal Princess Cup 2026: Bertekuk Lutut Pada Vietnam, Timnas Voli Putri Indonesia U-18 Gagal Melaju ke Final

Hasil semifinal Princess Cup 2026 yang mempertemukan Timnas Voli Putri Indonesia U-18 menghadapi Vietnam di Nakhon Ratchasima, Thailand, Sabtu (27/6/2026)
Investor Saham RI Tembus 9,7 Juta, Risiko Pembobolan Akun Ikut Mengintai

Investor Saham RI Tembus 9,7 Juta, Risiko Pembobolan Akun Ikut Mengintai

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor saham di pasar modal mencapai 9,73 juta investor hingga akhir Mei 2026.
5 Orang Meninggal, Legislator PKB Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihentikan: Mereka Bukan Tentara!

5 Orang Meninggal, Legislator PKB Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihentikan: Mereka Bukan Tentara!

Oleh Soleh mendesak pemerintah menghentikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Pantas Lionel Messi Cetak Banyak Gol di Piala Dunia 2026, Mantan Striker Prancis Ungkap Alasannya

Pantas Lionel Messi Cetak Banyak Gol di Piala Dunia 2026, Mantan Striker Prancis Ungkap Alasannya

Mantan striker Prancis ungkap alasan mengapa Lionel Messi bisa mencetak banyak gol di Piala Dunia 2026. Lionel Messi sudah berhasil cetak 5 gol dalam 2 laga.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT