Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi Ungkap Biang Kerok Kalah Dramatis dari Garuda Jaya di Proliga 2026, Ternyata Gara-Gara Hal Ini
- PBVSI
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran mengungkapkan alasan Rendy Tamamilang dan kawan-kawan menelan kekalahan dramatis dari Garuda Jaya di Seri Bandung Proliga 2026.
Jakarta Garuda Jaya secara mengejutkan mampu meraih kemenangan dari Jakarta Bhayangkara Presisi selaku sang juara bertahan, di laga lanjutan pekan ketiga Proliga 2026 yang berlangsung di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026) malam WIB.
Saat itu Fauzan Nibras dan kolega meraih kemenangan tipis dari Bhayangkara Presisi lewat duel lima set dengan skor 3-2 (25-19, 18-25, 21-25, 25-22, 15-12), yang berlangsung ketat.
Garuda Jaya yang didominasi berisikan para pemain muda seperti Dawuda, Fauzan Nibras, Haikal, dan Bagas, bermain tampil tanpa beban. Apalagi kehadiran pemain asing baru asal Rusia, Timofei Sokolov nyatanya mampu menjadi pembeda.
Bahkan tim muda binaan PBVSI itu beberapa kali mampu membuat Jakarta Bhayangkara Presisi yang didominasi oleh pemain senior nan berpengalaman cukup kewalahan. Alhasil, Garuda Jaya pun menang dramatis lewat full set.
Hasil ini menjadi pukulan yang menyakitkan bagi skuad Bhayangkara Presisi. Sebab sebelumnya mereka juga tumbang dari Jakarta LavAni di hari terakhir Seri Medan pada pekan lalu, sehingga ini menjadi kekalahan kedua secara beruntun bagi sang juara bertahan.

- PBVSI
Reidel Toran selaku pelatih Bhayangkara Presisi mengaku bahwa anak asuhnya memang bermain di luar performa. Apalagi sejumlah pemain dijelaskan tidak dalam kondisi fit.
"Anak-anak beberapa kurang sehat," kata Reidel Toiran, kepada awak media.
Di sisi lain, Nur Widayanto selaku pelatih Garuda Jaya mengakui bahwa tim asuhannya melawan juara dua musim terakhir untuk menekan dari servis.Â
"Dengan servis yang tajam membuat Nizar sulit untuk menyerang balik. Ternyata itu berjalan dengan baik," tukas Nur Widayanto usai laga.Â
Selain itu, mantan pelatih yang juga mantan pemain Samator itu mengaku salah satu kunci kemenangan lainnya ialah timnya bermain tanpa beban.Â
"Anak-anak bermain lepas tanpa beban," jelasnya lagi.
Load more