John Herdman Kena Koreksi Media Vietnam, Ucapan soal Naturalisasi Dinilai Salah Data
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
tvOnenews.com - Jelang bergulirnya Piala AFF 2026, ketegangan mulai terasa. Kali ini sorotan tertuju kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang menjadi bahan pemberitaan media Vietnam setelah pernyataannya mengenai jumlah pemain naturalisasi Vietnam dinilai tidak sesuai fakta.
Media Vietnam VNExpress secara terbuka membantah pernyataan Herdman yang menyebut Vietnam memiliki lima pemain naturalisasi asal Brasil.
Menurut media tersebut, jumlah pemain naturalisasi Vietnam yang berasal dari Brasil jauh lebih sedikit dari yang disampaikan pelatih asal Kanada itu.
Kontroversi ini pun menambah panas persaingan antara Indonesia dan Vietnam yang sama-sama tergabung di Grup A Piala AFF 2026.
Dalam sesi wawancara bersama media Indonesia saat pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bali, John Herdman membahas semakin kompetitifnya persaingan di Asia Tenggara.
Menurutnya, sejumlah negara kini mulai memperkuat tim nasional mereka melalui program naturalisasi, sehingga kualitas turnamen meningkat dibanding beberapa tahun lalu.
Saat menjelaskan kondisi tersebut, Herdman menyinggung Vietnam dan Kamboja.
“Saya mendengar Vietnam memiliki lima pemain naturalisasi asal Brasil, sementara Kamboja 10 pemain,” kata Herdman.
Pernyataan itu langsung menjadi perhatian media Vietnam.
VNExpress sebut pernyataan Herdman keliru
Tak lama setelah pernyataan tersebut beredar, VNExpress menerbitkan artikel yang menyebut data yang disampaikan Herdman tidak akurat.
Media tersebut menjelaskan bahwa berdasarkan daftar resmi skuad Vietnam untuk Piala AFF 2026, hanya terdapat tiga pemain kelahiran Brasil yang telah dinaturalisasi.
Mereka adalah Nguyen Xuan Son (sebelumnya Rafaelson), Do Hoang Hen (sebelumnya Hendrio), dan Nguyen Tai Loc (sebelumnya Geovane Magno).
Selain tiga pemain tersebut, Vietnam juga memiliki seorang pemain naturalisasi lain, yakni kiper Patrik Le Giang, yang memiliki darah Vietnam-Slovakia.
Dengan demikian, VNExpress menilai pernyataan Herdman yang menyebut ada lima pemain naturalisasi asal Brasil tidak sesuai dengan data skuad resmi Vietnam.
Tak hanya membahas Vietnam, media tersebut juga mengoreksi pernyataan Herdman mengenai Kamboja.
Menurut VNExpress, pelatih Timnas Indonesia itu menyebut Kamboja memiliki 10 pemain naturalisasi.
Namun media tersebut menilai angka itu juga tidak tepat.
"Herdman menyebut ada 10 pemain naturalisasi, padahal hanya sekitar lima pemain yang diproyeksikan tampil akibat jadwal liga domestik dan cedera," tulis media Vietnam tersebut.
Artinya, menurut VNExpress, baik data mengenai Vietnam maupun Kamboja yang disampaikan Herdman sama-sama tidak sesuai dengan kondisi skuad yang akan tampil di Piala AFF 2026.
\
Dalam skuad terbaru yang dipilih pelatih Kim Sang-sik, Vietnam memang memberikan perhatian besar kepada tiga pemain naturalisasi asal Brasil.
Ketiganya diproyeksikan menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan gelar juara Piala AFF.
Sebelumnya, Kim Sang-sik juga mengakui kualitas para pemain tersebut telah meningkatkan performa tim.
“Menggunakan tiga pemain naturalisasi telah membuat tim Vietnam jauh lebih baik," ujar Kim Sang-sik.
Pelatih asal Korea Selatan itu bahkan menegaskan dirinya masih terus mencari formula terbaik agar seluruh potensi ketiga pemain tersebut bisa dimaksimalkan sepanjang turnamen.
Persaingan Indonesia dan Vietnam memang menjadi salah satu rivalitas terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.
Kedua tim beberapa kali saling berhadapan di berbagai ajang, mulai dari level kelompok usia hingga tim senior.
Tak hanya di lapangan, perang komentar melalui media juga semakin sering terjadi menjelang pertemuan kedua negara.
Program naturalisasi yang dijalankan Indonesia dan Vietnam turut menjadi bahan pembahasan media di kedua negara.
Indonesia memperkuat skuad dengan sejumlah pemain diaspora yang berkarier di Eropa, sementara Vietnam mulai mengandalkan beberapa pemain naturalisasi asal Brasil untuk meningkatkan kualitas tim.
Pada Piala AFF 2026, Indonesia dan Vietnam sama-sama menghuni Grup A bersama Kamboja, Singapura, dan Timor Leste.
Skuad Garuda dijadwalkan mengawali turnamen dengan menghadapi Kamboja pada 27 Juli 2026, sebelum bertemu Vietnam dalam laga yang diprediksi menjadi penentu persaingan di grup pada 3 Agustus 2026.
Pertandingan tersebut dipastikan menjadi salah satu duel paling dinantikan karena mempertemukan dua tim unggulan yang sama-sama memasang target tinggi.
(tsy)
Load more