Kebiasaan Tak Biasa Marc Marquez Jelang Balapan, Juara Dunia MotoGP 2025 itu Selalu Bawa Pakaian Dalam Warna Ini
- Reuters
tvOnenews.com – Pembalap andalan Ducati Lenovo itu resmi merebut gelar Juara Dunia MotoGP 2025 usai balapan di MotoGP Jepang, sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak gelar terakhirnya pada 2019.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena ia berhasil menyamai rekor tujuh gelar kelas utama milik Valentino Rossi, rival abadinya di lintasan.
Namun di balik dominasinya yang luar biasa sepanjang musim, tersimpan kisah menarik dari seorang Marquez.

- ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra/YU
Ia ternyata memiliki ritual unik yang selalu ia lakukan sebelum balapan dimulai, sebuah kebiasaan sederhana yang diyakininya membawa keberuntungan dan ketenangan.
Tak banyak yang tahu bahwa Marquez memiliki kebiasaan khusus terkait warna pakaian dalam yang ia kenakan setiap kali turun lintasan.
Kebiasaan itu telah menjadi bagian dari rutinitas pribadinya sejak lama.
“Untuk sesi latihan bebas, saya selalu mengenakan celana dalam berwarna biru, sedangkan saat balapan akan mengenakan celana dalam warna merah,” ujar Marc Marquez dikutip dari Box Repsol.
Ritual kecil ini ternyata sudah menjadi bagian dari mentalitas bertandingnya.
Warna biru melambangkan ketenangan dan fokus saat latihan, sementara warna merah dianggap sebagai simbol semangat dan agresivitas di hari balapan.
Selain urusan warna, The Baby Alien juga punya kebiasaan lain yang ia pertahankan hingga kini: selalu menaiki motornya dari sisi kiri.
Walau terdengar seperti takhayul, Marquez menegaskan bahwa ritual ini hanyalah bagian dari rutinitasnya, bukan jaminan kemenangan.
Di musim 2025 ini, Marquez berhasil mengunci gelar juara dunia ke-7 di kelas utama setelah finis kedua di Sirkuit Motegi, Jepang.
Ia menutup musim dengan 541 poin, unggul jauh, 201 poin, dari satu-satunya pesaing yang masih bisa menyalipnya, Alex Marquez, adik kandungnya sendiri.
Keberhasilan itu menjadi puncak dari perjalanan comeback spektakuler setelah bertahun-tahun bergulat dengan cedera dan masa sulit bersama Honda.
Tangis haru pun tak bisa ia tahan saat menyaksikan cuplikan perjalanan kariernya di pinggir lintasa, momen yang memperlihatkan betapa berat perjuangannya untuk kembali ke puncak.
Gelar ini terasa semakin spesial karena diraih di musim debutnya bersama tim pabrikan Ducati, mengikuti jejak legenda Casey Stoner yang juga membawa Ducati juara dunia pada 2007.
Dengan pencapaian tersebut, Marquez kini sejajar dengan Valentino Rossi dalam jumlah gelar di kelas premier, masing-masing tujuh.
Total sembilan gelar dunia yang ia miliki (termasuk dua dari kelas Moto2 dan Moto3) menegaskan posisinya sebagai salah satu pembalap terbesar sepanjang masa.
Namun perjalanan Marquez belum berhenti. Dengan usia yang masih kompetitif dan performa Ducati yang stabil di puncak, bukan tidak mungkin ia akan melampaui rekor Rossi dalam beberapa musim mendatang.
Ritual kecil berupa pakaian dalam biru dan merah mungkin terlihat sepele, tetapi bagi Marc Marquez, itulah bagian dari keseimbangan antara keyakinan dan kerja keras, dua hal yang mengiringinya menuju takhta tertinggi MotoGP sekali lagi. (tsy)
Load more