Tegas! Marc Marquez Takkan Ajarkan Anaknya Jadi Pembalap, Kenapa?
- Instagram/Marc Marquez
Jakarta, tvOnenews.com - Marc Marquez kembali menjadi sorotan setelah mengungkapkan pandangannya soal masa depan karier di MotoGP.
Pembalap Ducati Lenovo itu secara terbuka berbicara mengenai kemungkinan pensiun, bahkan menyatakan tidak ingin anaknya kelak mengikuti jejaknya sebagai pembalap motor.

- Ducati Corse
Sejak melakukan debut pada 2013, Marquez telah menghabiskan lebih dari satu dekade di kelas utama.
Memasuki MotoGP 2026, ia akan menjalani musim ke-14 dengan catatan gemilang berupa 73 kemenangan, 126 podium, serta tujuh gelar juara dunia.
Meski masih kompetitif, faktor usia tak bisa diabaikan.
Marquez akan berusia 33 tahun pada 17 Februari 2026, hanya beberapa pekan sebelum balapan pembuka musim digelar.
Kondisi tersebut membuat spekulasi soal akhir kariernya kembali mencuat.
Pembalap asal Spanyol itu pun tidak menampik kemungkinan pensiun lebih dini, terutama karena tuntutan fisik dan mental yang semakin berat.
“Saya tahu saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh dan pikiran saya (berkata demikian),” kata Marquez, dilansir dari laman Motosan.

- Facebook/MotoGP
Selain usia, riwayat cedera turut menjadi pertimbangan.
The Baby Alien tercatat beberapa kali mengalami cedera serius sepanjang kariernya.
Terakhir, ia kembali mengalami masalah pada bahu setelah tampil di MotoGP Mandalika 2025.
Tak hanya menyinggung masa pensiun, Marquez juga berbicara soal masa depan keluarganya.
Ia secara tegas menyebut tidak ingin anaknya terjun ke dunia balap motor jika suatu hari ia memiliki keturunan.
“Saya tidak mau anak saya (kelak) melakukan hal ini (jadi pembalap motor). Saya berpikir, kasihan dia. Warisan (saya), membawa nama keluarga Marquez jelas tidak akan membantu sama sekali,” kata Marquez.
“Akan banyak yang berpikir si anak sampai di MotoGP karena anaknya Marquez. Tidak, tidak bisa begitu,” tandas kekasih dari Gemma Pinto tersebut.
Pandangan ini disebut berkaca pada pengalaman sang adik, Alex Marquez.
Meski memiliki prestasi sebagai juara dunia Moto2 dan Moto3, Alex kerap mendapat stigma hanya menumpang popularitas sang kakak untuk bisa berlaga di MotoGP.
(aes)
Load more