Tak Seperti Dugaan Publik, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez Justru Akur di Ducati
- Ducati Corse
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menegaskan bahwa keharmonisan hubungannya dengan Marc Marquez bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Ia justru merasa hubungan tersebut berjalan alami, jauh dari prediksi publik yang sejak awal memprediksi konflik di antara keduanya.
Sebelum resmi menjadi rekan setim, banyak pihak memperkirakan Bagnaia dan Marquez akan sulit akur.
Bagnaia dikenal sebagai tiga kali juara dunia sekaligus murid Valentino Rossi, sosok yang memiliki rivalitas panjang dengan Marquez sejak insiden kontroversial “Sepang Clash” 2015.
Namun realita di lintasan berkata sebaliknya. Sejak dipasangkan di Ducati Lenovo Team pada awal 2025, keduanya justru menunjukkan relasi yang solid.
Meski beberapa kali terlibat duel panas di trek, Bagnaia dan Marquez tidak pernah terlibat konflik terbuka. Marquez bahkan kerap memberi masukan saat Bagnaia mengalami masa sulit.
Salah satu momen itu terjadi di sela Seri Catalunya 2025. Saat berada di dalam mobil tim, Bagnaia mencurahkan kegelisahannya terkait performa yang menurun drastis di atas Desmosedici GP25—motor yang di sisi lain justru membawa Marquez tampil dominan hingga meraih gelar dunia.
“Sungguh luar biasa aneh melihat betapa cepatnya aku tahun lalu (2024) dan betapa lambannya aku sekarang (2025). Aku makin kehilangan kepercayaan diri,” curhat Bagnaia kepada Marquez kala itu.
Marquez pun merespons dengan pendekatan menenangkan. “Kau harus tiba di sirkuit dan melakukan reset. Misano bisa bagus untukmu. Kau lihat saja nanti. Lakukan selangkah demi selangkah, semua akan menjadi lebih baik,” ucapnya.
Kisah tersebut kembali diangkat oleh Sky Sport Italia saat peluncuran skuad Ducati Lenovo Team.
Dalam kesempatan itu, Bagnaia menegaskan bahwa hubungan harmonis dengan Marquez sudah ia perkirakan sejak awal.
“Saya tidak kaget melihat kami punya hubungan yang sangat baik, karena saya tahu dia (Marquez) cerdas, punya banyak pengalaman, dewasa, dan semua itu membuat perbedaan,” ungkap Bagnaia.
Pembalap asal Italia itu juga menanggapi berbagai kritik yang diarahkan kepadanya akibat performa menurun pada musim lalu.
Menurutnya, tidak semua kritik layak untuk dipedulikan.
“Tergantung dari siapa kritik itu datang. 90% di antaranya tidak penting,” ungkapnya.
“Ketika kritik bersifat membangun, maka sudah sepatutnya kita mendengarkannya dan menerimanya. Namun, ketika kritik itu tidak berguna, tidak ada gunanya mempertimbangkannya,” pungkas pembalap berusia 29 tahun tersebut.
(aes)
Load more