Singgung Soal Formula 1, Bos Trackhouse Tiba-Tiba Minta MotoGP untuk Segera Mengubah Format saat...
- Instagram.com/trackhousemotogp
tvOnenews.com - Bos tim satelit Aprilia, Trackhouse, Davide Brivio, melontarkan usulan menarik jelang dimulainya ajang MotoGP 2026.
Ia meminta perubahan format kualifikasi MotoGP agar meniru konsep dari Formula 1.
Sejak 2013, MotoGP memakai sistem Q1 dan Q2 berdurasi 15 menit. Format itu menempatkan tekanan besar pada sesi latihan Jumat.

- Instagram.com/trackhousemotogp
Kini, sepuluh pembalap tercepat di sesi latihan Jumat sore langsung lolos ke Q2. Sisanya harus bertarung di Q1 demi dua tiket tersisa.
Sistem tersebut semakin krusial setelah hadirnya balapan sprint. Hasil Jumat sore kini sangat menentukan jalannya akhir pekan.
Sesi sore kedua menjadi penentu grup kualifikasi. Posisi start sprint dan grand prix pun ditentukan dari sana.
Tak sedikit pihak menilai format ini kurang ideal. Brivio termasuk yang vokal mengkritiknya.
Di Formula 1, akhir pekan sprint memiliki dua kualifikasi berbeda. Satu untuk sprint, satu lagi khusus grand prix.
Menurut Brivio, pendekatan itu layak dipertimbangkan MotoGP.
“Ini sepenuhnya opini pribadi, tetapi saya tidak suka Jumat sore, ketika Anda sudah harus berada di 10 besar, dan itu mempengaruhi seluruh akhir pekan,” kata bos tim Trackhouse, Brivio.
“Akan lebih baik jika sesi Jumat sore tetap seperti semula, tetapi digunakan sebagai sesi kualifikasi untuk balapan sprint, dan kemudian diadakan sesi kualifikasi yang sebenarnya untuk balapan hari Minggu.” tambahnya.
“Dengan cara ini, kita akan memiliki dua grid yang berbeda dan akhir pekan tidak akan terganggu mulai Jumat sore dan seterusnya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Menurut saya, ini juga akan lebih spektakuler, menciptakan minat yang lebih besar, dan akan ada lebih banyak hasil yang bisa diikuti sepanjang akhir pekan.” tutupnya.
(akg)
Load more