Ferrari Temukan Celah Regulasi, Inovasi Sayap Belakang SF-26 Gegerkan Bahrain Jelang F1 2026
- Formula1.com
Jakarta, tvOnenews.com - Tim Scuderia Ferrari menjadi sorotan setelah melakukan inovasi ekstrim pada mobil balap mereka untuk Formulan One (F1) 2026 nanti.
Tim pabrikan asal Italia itu muncul dengan sayap belakang mobil yang bisa berputara terbalik saat straight mode atau mode lintasan lurus aktif.

- Formula1.com
Alih-alih sekadar berubah dari posisi miring ke datar saat mode lintasan lurus aktif, komponen ini benar-benar berputar hingga terbalik.
Desain ini tampaknya menciptakan celah slot lebih besar untuk aliran udara, sehingga hambatan (drag) semakin berkurang.
Dalam mode downforce normal, permukaan atas sayap lebih kecil dibanding bagian bawah sehingga menciptakan perbedaan tekanan yang menghasilkan downforce.
Saat sayap dibalik, permukaan yang lebih kecil menjadi bagian bawah, sehingga ruang celah udara menjadi lebih besar dibanding flap konvensional yang hanya diluruskan tanpa dibalik.
Jika terbukti efektif, inovasi sayap ini menunjukkan betapa kreatifnya pendekatan teknis yang kini berkembang di Maranello.
Sinyal Positif Dirasakan Lewis Hamilton
Sejumlah perkembangan positif pada SF-26 membuat pembalap Ferrari, Lewis Hamilton kian pede menatap balapan seri perdana F1 2026.

- Instagram/Lewis Hamilton
Jika musim lalu diwarnai fase adaptasi yang tak mudah, kini Lewis Hamilton tampil dengan aura berbeda dengan lebih percaya diri.
Pembalap asal Inggris itu juga mengakui dirinya merasa lebih menyatu dengan mobil baru dan membuatnya lebih optimistis,
Juara dunia tujuh kali itu mengaku musim ini situasinya jauh berbeda dibanding tahun pertamanya di Maranello.
Pada 2025, ia harus beradaptasi dengan mobil yang bukan sepenuhnya hasil sentuhannya. Namun pada pengembangan SF-26, Hamilton merasa terlibat sejak awal proses.
Ia bahkan menyebut ada bagian dari dirinya yang melekat pada mobil anyar tersebut.
"Mobil-mobil ini lebih menyenangkan untuk dikendarai. Mereka lebih mudah dikendalikan saat kehilangan kendali mendadak (snaps), berbeda dengan mobil tahun-tahun sebelumnya yang terlalu liar dan sulit diprediksi," kata Hamilton.
"Ada sedikit DNA saya di dalamnya. Jadi, saya merasa jauh lebih terhubung dengan mobil yang ini," tambahnya.
Transisi menuju regulasi mesin dan desain 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh tim.
Bagi Hamilton, perubahan tersebut justru menjadi penyegar dalam perjalanan kariernya yang panjang di Formula 1. Ia menikmati proses adaptasi teknis sekaligus kesempatan membangun fondasi baru bersama Ferrari.
(aes)
Load more