Valentino Rossi: Francesco Bagnaia Kehilangan Arah Sejak Marquez Datang ke Ducati
- Instagram/Francesco Bagnaia
Jakarta, tvOnenews.com - Performa Francesco Bagnaia sepanjang musim 2025 menjadi sorotan para legenda MotoGP, termasuk Valentino Rossi.
Dalam sebuah perbincangan santai saat makan malam bersama para anggota MotoGP Hall of Fame, beberapa mantan pembalap top menilai penurunan performa Bagnaia tidak hanya dipengaruhi faktor teknis, tetapi juga aspek mental.
- Ducati Corse
Valentino Rossi mengaku melihat perubahan besar pada performa muridnya tersebut sepanjang musim lalu. Ia menilai Bagnaia sempat kehilangan arah ketika bersaing di Ducati Lenovo Team.
Padahal pada awal musim 2025, Bagnaia masuk dalam daftar favorit juara dunia.
Namun, performanya mulai tidak konsisten sejak pertengahan musim. Dari sisi teknis, pembalap asal Italia itu mengaku mengalami masalah pada ban belakang yang cepat aus, terutama di paruh kedua balapan.
Situasi tersebut membuat Bagnaia harus mengakhiri musim di posisi kelima klasemen akhir.
Hasil itu menjadi yang terburuk baginya sejak bergabung dengan tim pabrikan Ducati. Sebelumnya, pembalap berusia 29 tahun itu sukses meraih gelar juara dunia pada 2022 dan 2023, serta menjadi runner-up pada 2021 dan 2024.
Dalam video percakapan yang dirilis pada Rabu (11/3/2026), Rossi berbagi pandangannya kepada beberapa legenda lain seperti Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Giacomo Agostini.
“Sayangnya Pecco agak kehilangan arah. Pengereman dan masuk tikungan, yang sebelumnya sangat kuat pada musim lalu (2024), sekarang justru menjadi kesulitannya. Dia selalu seperti ini. Tubuhnya dan motornya tidak sepenuhnya selaras,” ujar Rossi.
Pendapat tersebut juga diamini oleh Pedrosa, yang mengaku sempat kebingungan melihat performa Bagnaia sepanjang musim 2025.
“Namun, ini aneh karena terkadang dia bisa melakukannya. Tergantung bagaimana kondisi bannya,” kata Pedrosa.
Rossi kemudian menilai ada faktor lain yang turut memengaruhi performa Bagnaia, yakni kedatangan Marc Márquez sebagai rekan setimnya di Ducati.
“Kurasa ketika Marquez tiba di garasinya dan melaju secepat itu, secara psikologis itu tidak mudah,” tutur Rossi.
Sementara itu, Lorenzo menilai gaya balap Bagnaia membuatnya sangat bergantung pada kondisi motor yang benar-benar sesuai dengan preferensinya.
“Dia agak mirip denganku, yang butuh segalanya di tempat yang tepat. Saat ada sesuatu yang tidak ia suka, dia kesulitan,” ujar Lorenzo.
Rossi pun menyetujui pandangan tersebut dan menilai karakter berkendara Bagnaia sangat presisi.
“Ya, dia pembalap yang sangat presisi. Dia memiliki gaya berkendara yang sangat mulus. Namun, tahukah kau apa masalah terbesarnya? Ban belakangnya cepat aus. Pada lap-lap terakhir, Pecco lebih lambat,” jelas Rossi.
Rossi kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan performa Bagnaia pada musim sebelumnya.
“Musim lalu (2024), dia sangat kuat pada lap-lap terakhir. Musim lalu (2024), Pecco adalah pembalap yang tiba di lap-lap terakhir dengan kondisi ban yang lebih baik. Dan pada lap-lap terakhir, dia lebih cepat daripada yang lain,” lanjutnya.
Dalam diskusi itu, Agostini juga memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, masalah utama yang dihadapi Bagnaia justru terletak pada aspek mental.
“Namun, kurasa, Vale, ini masalah mental,” kata Agostini.
Ia menilai semakin banyak pembalap yang mampu tampil lebih cepat dibandingkan Bagnaia sepanjang musim 2025.
“Kau lihat ada lebih banyak pembalap yang melaju lebih cepat, seperti (Franco) Morbidelli, (Fabio) Di Giannantonio, Alex Marquez, juga (Fermin) Aldeguer. Kurasa Pecco punya kendala mental, dia sedikit kehilangan semangat. Isi kepala adalah segalanya,” tutup Agostini.
(aes)
Load more