Tambah Dua Sirkuit Baru Musim Depan, MotoGP Disarankan Gelar Tes Wajib Imbas Banyak Gangguan di Brasil
- Instagram/Francesco Bagnaia
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, menilai MotoGP perlu menerapkan sesi tes wajib sebelum balapan digelar di sirkuit baru.
Hal ini ia sampaikan menyusul berbagai kendala yang terjadi pada seri Brasil akhir pekan lalu.
- Reuters
Balapan MotoGP di Brasil yang digelar untuk pertama kalinya sejak 2004 di Autodromo Internacional de Goiania Ayrton Senna diwarnai sejumlah gangguan sepanjang akhir pekan.
Masalah pada permukaan lintasan bahkan memaksa panitia memangkas jumlah lap balapan utama sebanyak delapan putaran akibat degradasi aspal.
Padahal, proses pelapisan ulang dan pengerjaan lintasan disebut telah memenuhi standar Federasi Internasional Sepeda Motor. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan terkait ketat atau tidaknya proses homologasi sirkuit di MotoGP.
Bagnaia menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk benar-benar mengetahui potensi masalah di lintasan adalah dengan menguji langsung motor prototipe MotoGP di sirkuit tersebut.
“Saya pikir ke depannya kita benar-benar harus memiliki kesempatan untuk melakukan tes sebelum grand prix, sehingga kita bisa mengidentifikasi masalah apa pun,” ujar Bagnaia seperti dikutip dari laman GPOne.com saat berada di Circuit of the Americas, Kamis waktu setempat.
Sebelumnya, motor berbasis produksi memang sempat digunakan untuk mencoba sirkuit Goiania. Namun menurut Bagnaia, hal itu tidak cukup untuk mengungkap batas maksimal lintasan.
“Jika Anda mengendarai motor produksi di sebuah sirkuit, Anda tidak akan bisa melihat batas kemampuannya. Saya pikir ini adalah perubahan yang perlu dilakukan,” ujarnya.
MotoGP sendiri dijadwalkan akan menambah dua sirkuit baru pada musim depan, yakni di Buenos Aires, Argentina dan Adelaide yang terletak di Australia.
Meski mengakui adanya kendala biaya dan logistik untuk menggelar tes tambahan di luar Eropa, Bagnaia menilai peran pembalap penguji tim pabrikan bisa menjadi solusi yang efektif.
“Bagi saya, pembalap penguji sudah cukup,” kata Bagnaia.
“Pada 2022, ketika kami bisa melakukan tes di Indonesia, itu sangat bagus karena kami bisa mencoba ban," lanjutnya.
“Kami menyadari ban tersebut tidak sempurna dan akhirnya diganti untuk balapan," kata Bagnaia lagi.
“Memang tidak semua pembalap penguji mendorong motor hingga batas maksimal, tetapi itu tetap lebih baik daripada tidak sama sekali," tutup mantan pebalap Pramac Ducati tersebut.
(aes)
Load more