2 Faktor Ini Bikin Jorge Martin Tak Yakin Bisa Kembali Kompetitif di MotoGP Amerika 2026
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Aprilia, Jorge Martin, mengalami kendala fisik jelang MotoGP Amerika Serikat 2026 setelah merasakan nyeri pada tangan kirinya sejak seri Brasil.
Kondisi tersebut sempat membuat Martin khawatir menghadapi karakter Circuit of the Americas yang dikenal menuntut fisik tinggi, terutama dalam hal pengereman dan perubahan arah. Ia bahkan menyebut perlu mengatur energi dengan cermat sepanjang akhir pekan balapan.
- Reuters
Meski dihantui kekhawatiran, pembalap berjuluk “Martinator” itu tetap mengawali akhir pekan di Texas dengan cukup baik. Ia finis di posisi ketiga pada sesi FP1 dan menempati posisi ketujuh pada sesi kualifikasi Jumat.
Namun, juara dunia 2024 itu mengakui bahwa tantangan besar masih menantinya pada sesi berikutnya.
“Ini akan sulit, seperti yang saya khawatirkan,” ujar Martin.
“Saya merasa baik pada Jumat pagi, tetapi kemudian saya mengalami beberapa masalah di sore hari. Saya juga terjatuh di sisi kiri. Saya kesulitan menemukan feeling yang tepat. Pada akhirnya, itu menjadi sore yang sulit bagi saya, tetapi untungnya saya hanya memiliki satu long run pada hari Minggu. Jika saya mengonsumsi obat pereda nyeri, seharusnya tidak masalah.”
Martin mengungkapkan bahwa titik terberat yang ia rasakan di COTA terjadi saat pengereman ke arah kiri, yang memberikan tekanan besar pada bagian tangan yang cedera.
“Saat pengereman ke kiri, jika saya menumpukan seluruh berat badan ke sisi kiri, saya kesulitan. Pergantian arah bukan masalah,” jelasnya.
Selain faktor fisik, Martin juga menghadapi kendala teknis, khususnya saat menggunakan ban lunak. Ia mengaku tidak nyaman dengan performa motor ketika memakai kompon tersebut.
“Kami tidak berada dalam posisi yang baik dengan ban lunak—rasanya seperti motor yang benar-benar berbeda. Bagian depan terus melebar, itulah sebabnya saya terjatuh. Grip tambahan setelah Moto2 justru membuatnya semakin sulit.”
Sebaliknya, ia merasa lebih nyaman menggunakan ban medium, meski tetap menyimpan keraguan untuk balapan sprint.
Load more