Keluhkan Kurangnya Rider yang Berasal dari Inggris di Kelas Utama MotoGP, Scott Redding Sampai Sindir Alex Rins
- Jerome Miron-Imagn Images/REUTERS
tvOnenews.com - Legenda MotoGP, Scott Redding, menilai absennya rider Inggris di kelas utama sebagai situasi yang sungguh tak masuk akal.
Sejak 2020, tak ada pembalap Inggris tetap di grid MotoGP setelah era Cal Crutchlow dan Bradley Smith berakhir.
MotoGP 2026 bahkan tak ada rider yang berasal dari baik di kelas utama maupun Moto2 usai Jake Dixon beralih ke WorldSBK.
- Instagram.com/elfmarcvdsracingteam
Gelar dunia terakhir Inggris lahir pada 2015 lewat Danny Kent di Moto3, sementara podium MotoGP terakhir terjadi pada 2019.
Kondisi itu membuat Redding menilai pusat kekuatan balap grand prix kini terkonsentrasi di Spanyol dan Italia.
“Spanyol dan Italia adalah jantung olahraga ini; di sanalah uangnya berada,” katanya.
Ia menyebut banyak kursi motor pabrikan diisi pembalap dua negara tersebut dalam beberapa musim terakhir.
“Saya tidak ingin berbicara buruk tentang kejuaraan ini ini yang terbaik di dunia tetapi jika kita melihat para pembalap di motor pabrikan, terutama selama tiga tahun terakhir, mereka semua orang Spanyol dan Italia," terangnya.
“Sebelum Marc Marquez tiba di MotoGP, ada aturan bahwa pembalap rookie harus balapan selama satu atau dua tahun di motor satelit sebelum naik ke motor pabrikan," tambah Redding.
“Kemudian aturan itu dihapuskan pada tahun Marquez tiba, dan dia langsung bergabung dengan Repsol HRC.” ungkapnya.
Redding juga menyinggung aspek pendanaan dan lokasi latihan yang dinilai menyulitkan pembalap Inggris.
“Ketika Anda berada di level itu, Anda tidak hanya dirugikan karena sebagian besar waktu Anda mengendarai motor satelit, tetapi juga karena masalah pendanaan,” lanjutnya.
“Selain menerima jumlah yang tidak sebanding dengan apa yang akan didapatkan oleh orang Spanyol atau Italia, Anda juga harus membayar untuk berlatih: Anda harus pergi ke Spanyol dan Italia untuk berlatih tiga kali seminggu," ujar Redding.
“Mereka berada di rumah. Mereka punya uang; di situlah kejuaraan ini berkembang, tetapi sekarang tampaknya situasinya menguntungkan mereka.” lanjutnya.
- Jerome Miron-Imagn Images/REUTERS
Load more