News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluhkan Kurangnya Rider yang Berasal dari Inggris di Kelas Utama MotoGP, Scott Redding Sampai Sindir Alex Rins

Legenda MotoGP, Scott Redding, menilai absennya rider Inggris di kelas utama sebagai situasi yang sungguh tak masuk akal.
Rabu, 22 April 2026 - 16:51 WIB
Rider Yamaha, Alex Rins
Sumber :
  • Jerome Miron-Imagn Images/REUTERS

tvOnenews.com - Legenda MotoGP, Scott Redding, menilai absennya rider Inggris di kelas utama sebagai situasi yang sungguh tak masuk akal.

Sejak 2020, tak ada pembalap Inggris tetap di grid MotoGP setelah era Cal Crutchlow dan Bradley Smith berakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

MotoGP 2026 bahkan tak ada rider yang berasal dari baik di kelas utama maupun Moto2 usai Jake Dixon beralih ke WorldSBK.

Jake Dixon juara di Moto2 Malaysia 2025.
Jake Dixon juara di Moto2 Malaysia 2025.
Sumber :
  • Instagram.com/elfmarcvdsracingteam

Gelar dunia terakhir Inggris lahir pada 2015 lewat Danny Kent di Moto3, sementara podium MotoGP terakhir terjadi pada 2019.

Kondisi itu membuat Redding menilai pusat kekuatan balap grand prix kini terkonsentrasi di Spanyol dan Italia.

“Spanyol dan Italia adalah jantung olahraga ini; di sanalah uangnya berada,” katanya.

Ia menyebut banyak kursi motor pabrikan diisi pembalap dua negara tersebut dalam beberapa musim terakhir.

“Saya tidak ingin berbicara buruk tentang kejuaraan ini ini yang terbaik di dunia tetapi jika kita melihat para pembalap di motor pabrikan, terutama selama tiga tahun terakhir, mereka semua orang Spanyol dan Italia," terangnya.

“Sebelum Marc Marquez tiba di MotoGP, ada aturan bahwa pembalap rookie harus balapan selama satu atau dua tahun di motor satelit sebelum naik ke motor pabrikan," tambah Redding.

“Kemudian aturan itu dihapuskan pada tahun Marquez tiba, dan dia langsung bergabung dengan Repsol HRC.” ungkapnya.

Redding juga menyinggung aspek pendanaan dan lokasi latihan yang dinilai menyulitkan pembalap Inggris.

“Ketika Anda berada di level itu, Anda tidak hanya dirugikan karena sebagian besar waktu Anda mengendarai motor satelit, tetapi juga karena masalah pendanaan,” lanjutnya.

“Selain menerima jumlah yang tidak sebanding dengan apa yang akan didapatkan oleh orang Spanyol atau Italia, Anda juga harus membayar untuk berlatih: Anda harus pergi ke Spanyol dan Italia untuk berlatih tiga kali seminggu," ujar Redding.

“Mereka berada di rumah. Mereka punya uang; di situlah kejuaraan ini berkembang, tetapi sekarang tampaknya situasinya menguntungkan mereka.” lanjutnya.

Rider Yamaha, Alex Rins
Rider Yamaha, Alex Rins
Sumber :
  • Jerome Miron-Imagn Images/REUTERS

Mengambil Alex Rins sebagai contoh, ia mempertanyakan konsistensi pembalap Spanyol tersebut di tim pabrikan.

“Ada banyak pembalap hebat; saya tidak ingin meremehkan mereka, tetapi ada beberapa seperti Alex Rins yang telah mengendarai Yamaha resmi selama beberapa tahun, dan saya bertanya pada diri sendiri, ‘Mengapa?’" ujara Redding.

“Dia pembalap yang bagus, tetapi dia sering mengalami cedera dan tidak konsisten.

“Menurut pendapat saya, dia seharusnya tidak berada di sana, tetapi dia orang Spanyol. Mungkin ada sedikit koneksi di suatu tempat yang dapat membantunya," tutupnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Scott Redding sendiri kini membalap di British Superbikes setelah sempat juara bersama Ducati dan berkarier di WorldSBK.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Apakah Gempa Palu M 6,7 Berpotensi Tsunami? BMK Beri Keterangan Detailnya

Apakah Gempa Palu M 6,7 Berpotensi Tsunami? BMK Beri Keterangan Detailnya

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menegaskan dampak dari gempa bumi magnitudo 6,7 di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak berpotensi tsunami.
Wapres Gibran: Jangan Sekadar Jadi Penonton, Kita Harus Menjadi Penguasa Teknologi AI

Wapres Gibran: Jangan Sekadar Jadi Penonton, Kita Harus Menjadi Penguasa Teknologi AI

Dalam upaya menyambut visi Indonesia Emas 2045, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka mendorong seluruh elemen pendidikan, baik guru maupun pelajar, untuk aktif beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). 
Pelatih Iran Ngamuk di Piala Dunia 2026: Kami Paling Tertindas!

Pelatih Iran Ngamuk di Piala Dunia 2026: Kami Paling Tertindas!

Iran terpaksa meninggalkan Los Angeles, Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke markas mereka di Tijuana, Meksiko, setelah pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru.
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Sejumlah Saksi Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Sejumlah Saksi Kasus Korupsi Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

Sejumlah saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq dijadwalkan akan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sorot Turunnya Harga Minyak Dunia, Golkar Minta Pemerintah Tak Sia-siakan Momentum: Harus Gerak Cepat!

Sorot Turunnya Harga Minyak Dunia, Golkar Minta Pemerintah Tak Sia-siakan Momentum: Harus Gerak Cepat!

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji menyebut turunnya harga minyak dunia harus segera disambut cepat oleh pemerintah Indonesia untuk memperbaiki fiskal.
Mobilitas Penumpang Kereta Api di Wilayah Daop 6 Yogyakarta Capai 72.596 Orang pada Libur Tahun Baru Islam

Mobilitas Penumpang Kereta Api di Wilayah Daop 6 Yogyakarta Capai 72.596 Orang pada Libur Tahun Baru Islam

Mobilitas penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencapai 72.596 orang pada libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026).

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Mencuat kabar terkait Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukumnya eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sontak
Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Satu unggahan Instagram pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner membuat sang istri, Jennifer Coppen mengamuk setelah sehari melaksanakan pernikahan di Bali.
Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam mulai curiga Timnas Indonesia akan kedatangan dua pemain naturalisasi baru. Ada yang dari Jerman dan dari Belanda. Siapakah calon pemain tersebut?
Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 ..
Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Kabar mengejutkan datang dari kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Haiti terpaksa harus mengganti desain jersey yang sedianya bakal mereka gunakan sepanjang ... -
Kata-kata Pertama Lamine Yamal Usai Spanyol Gagal Taklukan Tanjung Verde pada Laga Perdana Mereka di Piala Dunia 2026

Kata-kata Pertama Lamine Yamal Usai Spanyol Gagal Taklukan Tanjung Verde pada Laga Perdana Mereka di Piala Dunia 2026

Timnas Spanyol harus membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan setelah gagal menaklukan tim debutan yakni Tanjung Verde.
Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi publik bertajuk "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta berakhir ricuh. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT