Pernyataan Lengkap FIA Atas Ancaman Sanksi Lewis Hamilton di F1 GP Inggris
- REUTERS/Andrew Boyers
Jakarta, tvOneneews.com - Federasi Automotif Internasional (FIA) merilis pernyataan lengkap terkait investigasi atas ancaman sanksi yang bisa saja diterima oleh pembalap Ferrri, Lewis Hamilton dalam balapan Formula 1 Grand Prix Inggris.
FIA akhirnya mengumumkan keputusan resmi terkait investigasi terhadap pebalap Ferrari, Lewis Hamilton, yang diduga melakukan pelanggaran saat melintasi zona bendera kuning pada F1 GP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7/2026).
Keputusan tersebut menjadi kabar melegakan bagi Hamilton dan Ferrari. Juara dunia tujuh kali itu dipastikan tetap mempertahankan podium ketiga setelah FIA hanya menjatuhkan sanksi berupa teguran (reprimand), tanpa tambahan penalti waktu.
Sebelumnya, Hamilton sempat menjalani hukuman lima detik karena melakukan false start saat balapan berlangsung. Penalti tersebut dijalani ketika pit stop dan membuatnya kehilangan posisi dari George Russell serta Max Verstappen.
Usai balapan, Lewis Hamilton kembali menjadi sorotan setelah FIA membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran bendera kuning. Namun, setelah menelaah seluruh bukti, steward memutuskan tidak memberikan hukuman tambahan yang dapat memengaruhi hasil akhir balapan.
Dalam pernyataan resminya, FIA menyebut telah mendengarkan keterangan Hamilton, perwakilan Ferrari, serta memeriksa data posisi marshal, rekaman video, data waktu, telemetri, hingga kamera onboard.
"Steward mendengarkan keterangan pembalap mobil nomor 44 (Lewis Hamilton), perwakilan tim, serta meninjau data sistem posisi marshal, video, waktu, telemetri, dan rekaman kamera di dalam mobil," tulis FIA dikutip dari laman GP Blog, dikutip Senin (6/7/2026).
FIA menjelaskan bahwa Hamilton telah memasuki sektor tersebut sebelum bendera kuning maupun panel lampu kuning diaktifkan.
"Lewis Hamilton memasuki sektor terkait sebelum bendera kuning atau panel lampu kuning ditampilkan, dan tidak ada indikasi apa pun sebelum Tikungan 9. Panel lampu pertama setelah Tikungan 9 justru menunjukkan warna hijau sebelum Tikungan 10," tulis FIA.
"Indikasi kuning di layar kemudi baru muncul ketika pembalap sudah berada di lintasan lurus menuju Tikungan 10 dan hampir keluar dari zona bendera kuning," lanjut pernyataan tersebut.
Menurut FIA, bukti yang diperoleh menunjukkan Hamilton hampir tidak memiliki waktu untuk bereaksi terhadap situasi tersebut.
"Bukti menunjukkan tidak ada panel lampu kuning yang berada dalam bidang pandang langsung pembalap dan indikasi kuning pada layar kemudi hanya muncul dalam waktu yang sangat singkat. Steward meyakini bahwa waktu yang tersedia bagi pembalap untuk bereaksi terhadap bendera kuning sangat terbatas," jelas FIA.
Selain itu, steward juga mempertimbangkan kondisi balapan yang sedang dialami Hamilton sebelum memasuki sektor tersebut.
"Steward juga menerima bahwa tepat sebelum memasuki sektor itu, Lewis Hamilton baru saja melakukan manuver menyalip Max Verstappen dan mengantisipasi serangan balik. Karena itu, perhatian pembalap lebih banyak tertuju ke kaca spion dibandingkan panel lampu hijau di akhir sektor," tulis pernyataan FIA.
"Hal tersebut turut menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah pembalap seharusnya menyadari dirinya masih berada di zona bendera kuning," tulis FIA.
Meski demikian, FIA tetap menyatakan Hamilton tidak sepenuhnya memenuhi aturan ketika bendera kuning mulai ditampilkan.
"Steward tetap menyimpulkan bahwa setelah indikasi kuning muncul di layar kemudi dan panel lampu hijau terlihat sebelum Tikungan 10, Hamilton tidak melakukan pengurangan kecepatan yang terlihat secara jelas sehingga tidak sepenuhnya mematuhi ketentuan yang berlaku pada kondisi satu bendera kuning," bunyi keputusan tersebut.
Namun, berbagai faktor yang meringankan membuat FIA memilih menjatuhkan sanksi paling ringan.
"Dalam menentukan hukuman, steward mempertimbangkan bahwa Hamilton sudah memasuki sektor sebelum bendera kuning ditampilkan, indikasi kuning baru diterima ketika hampir keluar dari sektor, waktu dan jarak untuk bereaksi sangat terbatas, serta perhatian pembalap secara wajar masih terfokus pada duel yang baru saja terjadi dengan mobil lain. Dalam kondisi tersebut, steward menilai teguran merupakan hukuman yang paling tepat," tutup pernyataan FIA.
Dengan keputusan tersebut, Lewis Hamilton resmi mempertahankan finis di posisi ketiga. Hasil itu juga memastikan Ferrari menempatkan dua pebalapnya di podium Grand Prix Inggris 2026 setelah Charles Leclerc lebih dulu mengamankan kemenangan di Silverstone.
Load more