Tutup Menu
LIVESTREAM
Demokrat Mulai Retak, Ulah Siapa?

Demokrat Mulai Retak, Ulah Siapa?

Kamis, 4 Februari 2021

Tubuh partai pemenang pemilu presiden tahun 2004 sedang gaduh. Partai Demokrat diketahui tengah melakukan investigasi internal mendalam. Hal tersebut menyusul dugaan adanya gerakan politik yang mengarah pada pengambilalihan posisi Ketua Umum Partai Demokrat secara paksa.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk mengklarifikasi keterlibatan salah satu menteri dalam jajaran kabinet yang disinyalir terlibat dalam upaya inkonstitusional tersebut.


Dalam keterangan persnya yang digelar Senin (1/2) kemarin, AHY mengumumkan ada pihak yang berencana menggulingkan dirinya dari kursi ketua partai. Caranya yakni dengan mengumpulkan persetujuan dari 360 suara di internal Partai Demokrat agar Konferensi Luar Biasa (KLB) dapat digelar. Para pelaku diduga mencoba menghasut para pemilik suara sah dengan uang yang sangat banyak.


"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting Pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan presiden Joko Widodo," ungkap AHY.


AHY menjelaskan tentang gerakan politik yang bertujuan mengambil alih kekuasaan pimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional itu diketahui dari laporan pimpinan dan kader Partai Demokrat baik pusat, daerah, maupun cabang. Gabungan dari pelaku gerakan itu kata dia terdiri dari 5 orang, 1 kader Demokrat aktif, 1 kader tidak aktif, 1 mantan kader yang diberhentikan dengan tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi, 1 mantan kader yang telah keluar partai, serta satu pejabat tinggi Pemerintahan.


"Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD, akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024," sambung AHY.


Secara terpisah, politisi senior Partai Demokrat Andi Arief membeberkan siapa gerangan tokoh Pemerintah yang dituding ingin menggulingkan AHY. Dalam cuitannya di Twitter, ia secara blak-blakan menyebut Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko sebagai biangnya. Ia bahkan mengatakan bahwa dalam upayanya mendongkel penerus trah Yudhoyono, purnawirawan jenderal tersebut mendapat restu dari Presiden Joko Widodo.


Moeldoko pun membantah tudingan tersebut. Dalam keterangan pers virtual yang diterima awak media, Moeldoko juga memperingatkan untuk tidak mengusik presiden Jokowi.


"Poin pertama, jangan dikit-dikit Istana. Dalam hal ini saya mengingatkan. Sekali lagi jangan dikit-dikit Istana dan jangan ganggu pak Jokowi, karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali, tidak tahu apa-apa dalam isu ini. Jadi itu urusan saya. Moeldoko ini, bukan selaku KSP. Moeldoko," tegas Moeldoko.


Dia mengatakan bahwa beberapa kali banyak tamu yang berdatangan ke kediamannya. Moeldoko mengatakan dirinya sebagai mantan Panglima TNI terbuka kepada siapa pun yang ingin bertemu, tanpa memberikan batas. "Kepada siapa pun, apalagi di rumah ini. Terbuka 24 jam dengan siapa pun. Mereka datang berbondong-bondong, ya kita terima," ucap Moeldoko menjelaskan.


Lantas kira-kira bagaimanakah ujung dari kemelut intrik yang tengah menjerat elit politik negeri ini?

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Trending
200 Simpatisan Habib Rizieq Ditangkap Polisi

200 Simpatisan Habib Rizieq Ditangkap Polisi

Pihak kepolisian menangkap 200 orang yang diduga sebagai simpatisan Rizieq Shihab saat menuju ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Polisi Tangkap Simpatisan Habib Rizieq yang Bawa Senjata Tajam

Polisi Tangkap Simpatisan Habib Rizieq yang Bawa Senjata Tajam

Polrestro Jakarta Timur menangkap massa simpatisan Habib Rizieq Shihab yang di antaranya kedapatan membawa senjata tajam saat hendak menuju ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. "Periksa itu, periksa," perintah Wakapolrestro Jakarta Timur AKBP Ahmad Fanani di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24 Juni 2021).
Tak Bisa Dekati PN Jaktim, Massa Pendukung Rizieq Bentrok dengan Aparat

Tak Bisa Dekati PN Jaktim, Massa Pendukung Rizieq Bentrok dengan Aparat

Petugas terlihat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang memaksa menuju Pengadilan. Sementara di jalan terlihat batu-batu berserakan.
Tolong! Puluhan Pasien Covid-19 Menumpuk di Lorong RSUD Cengkareng Hingga Pagi Ini

Tolong! Puluhan Pasien Covid-19 Menumpuk di Lorong RSUD Cengkareng Hingga Pagi Ini

Setidaknya ada 15—20 pasien yang masih mengantre di luar ruang IGD RSUD Cengkareng hingga pagi ini. Meski tak bisa masuk, tetapi para pasien tersebut tetap mendapatkan perawatan dari pihak RS.
Dua Gol C. Ronaldo Bawa Portugal Lolos Sebagai Peringkat Ketiga Terbaik

Dua Gol C. Ronaldo Bawa Portugal Lolos Sebagai Peringkat Ketiga Terbaik

Tim nasional Portugal lolos ke babak 16 besar Euro 2020 sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik selepas bermain imbang 2-2 melawan Prancis dalam laga pemungkas Grup F.
Kasus Covid-19 Melonjak, Stok Oksigen Menipis

Kasus Covid-19 Melonjak, Stok Oksigen Menipis

Melonjaknya kasus Covid-19 membuat ketersediaan tabung oksigen di sejumlah agen di Sleman, Yogyakarta menipis.
Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara untuk Kasus Swab RS Ummi Bogor

Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara untuk Kasus Swab RS Ummi Bogor

Vonis hakim ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menginginkan hukuman enam tahun penjara atas kasus tes usap RS Ummi Bogor.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Dua Sisi
21:00 - 22:00
Kabar Utama
22:00 - 22:30
Cover Story One
22:30 - 23:30
Kabar Hari Ini
23:30 - 00:00
Kabar Arena
00:00 - 01:00
Kabar Dunia
Selengkapnya