Tutup Menu
LIVESTREAM
Polemik Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP

Polemik Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP

Jumat, 11 Juni 2021

Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang tengah digodok kembali menuai kontroversi. Kali ini mengenai Pasal penghinaan presiden.

Dalam draf RKUHP tercantum, penghinaan terhadap martabat presiden atau wakil presiden terancam kurungan maksimal 3,5 tahun penjara. Ada pun jika penghinaan tersebut dilayangkan lewat media sosial maka ancamannya diperberat menjadi 4,5 tahun penjara.

Dalam sejarahnya, pada 2006 Mahkamah Konstitusi menghapus pasal penghinaan presiden dalam KUHP. Hakim MK beralasan bahwa pasal tersebut menegasikan prinsip equality before the law atau persamaan di depan hukum dan mengancam kebebasan berekspresi. Wacana akan dimasukkannya pasal kontroversial tersebut membuat Pemerintah dituding 'menghidupkan' kembali pasal yang sudah dimatikan.


Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof. Eddy Hiariej ketika ditanya mengenai hal tersebut menjelaskan, bahwa terdapat perbedaan mendasar dalam pasal yang akan dimasukkan ke dalam RKUHP ini. Ia menjelaskan, yang dicabut oleh MK adalah pasal penghinaan presiden/wapres sebagai delik biasa, sedangkan pasal yang baru ini merupakan sebuah delik aduan.

Perbedaannya, delik umum adalah tindak pidana yang bisa dituntut tanpa adanya pengaduan, sedangkan delik aduan adalah tindak pidana yang hanya dapat dituntut apabila ada pengaduan dari orang yang dirugikan.

Eddy melanjutkan, bahwa hampir setiap negara memiliki pasal mengenai defamasi terhadap kepala negara asing. Menurutnya tidak masuk akal jika martabat kepala negara asing saja dilindungi, tapi martabat kepala negara sendiri justru tidak dilindungi di negara sendiri.

Berbeda dari Prof. Eddy, Erasmus Napitupulu selaku Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengatakan justru karena kepala negara merasa terhina secara individu (bukan karena jabatan presidennya) maka presiden secara individu dapat menggunakan pasal penghinaan individu yang sudah ada.


"Pasal penghinaan individu di KUHP itu diatur di pasal 310 dan 311 KUHP. Sudah ada disana dan deliknya delik aduan. Jadi tanpa harus diubah jadi delik aduan penghinaan terhadap presiden, presiden tetap bisa mengadu secara individu," ujarnya menjelaskan.


Erasmus menambahkan, peristiwa pelaporan penghinaan individu oleh presiden sebenarnya pernah terjadi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada tahun 2013, presiden SBY menggugat secara perdata individu yang mencemarkan nama pribadinya. Erasmus mencontohkan, saat itu SBY berhasil memisahkan antara terhina sebagai presiden dengan terhina sebagai individu.


Selain itu menurutnya, kepala pemerintahan itu harus bisa dikritik dan diproses. Khawatirnya jika individu yang juga kepala negara itu tidak bisa membedakan antara kritik dan penghinaan, maka akan terjadi ketidakpastian hukum serta ketakutan masyarakat dalam mengutarakan kritik dan keinginannya. Hal-hal seperti itu justru akan mendorong mundur semangat reformasi dan demokrasi yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Trending
EKSKLUSIF, Di Hadapan Ka’bah, Istri Pembunuh Ustaz Armand Akui Disetubuhi Korban

EKSKLUSIF, Di Hadapan Ka’bah, Istri Pembunuh Ustaz Armand Akui Disetubuhi Korban

Saat selesai melaksanakan ibadah tawaf, tepat di depan ka'bah tersangka mengeluarkan Al-Qur’an dari dalam tas dan meminta Muhayah untuk bersumpah.
Wakil Ketua DPRD DKI & 7 Fraksi Tak Hadir Rapat Paripurna Interpelasi Formula E Hari Ini

Wakil Ketua DPRD DKI & 7 Fraksi Tak Hadir Rapat Paripurna Interpelasi Formula E Hari Ini

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyatakan tujuh fraksi menolak penggunaan hak interpelasi untuk pelaksanaan Formula E.
EKSKLUSIF, Penembakan Ustaz Armand, Ini Identitas Pelaku dan Perannya

EKSKLUSIF, Penembakan Ustaz Armand, Ini Identitas Pelaku dan Perannya

Matum dendam pada Armand karena korban mencumbu dan menyetubuhi istrinya, Muhayah. Matum meyakini, Armand juga berbuat tak senonoh pada istri kakaknya
EKSKLUSIF, Gara-Gara Susuk, Ustaz Armand Ditembak Mati

EKSKLUSIF, Gara-Gara Susuk, Ustaz Armand Ditembak Mati

Perbuatan haram Armand dan istri pelaku diketahui dari pesan singkat.
Dikira Babi, Pemburu Tembak Wanita di Kebun Sawit

Dikira Babi, Pemburu Tembak Wanita di Kebun Sawit

Ternyata yang JS lihat bukanlah babi, melainkan Rosdiana. Pekikan kesakitan Rosdiana membuat JS terkejut.
Istri Muda Datangi Makam Ibu-Anak Korban Pembunuhan Subang, Ngapain?

Istri Muda Datangi Makam Ibu-Anak Korban Pembunuhan Subang, Ngapain?

Mimin yang menjadi sorotan publik karena diperiksa polisi berulang kali akibat kasus pembunuhan tersebut, akhirnya buka suara.
EKSKLUSIF, Kronologi Penembakan Ustaz Armand: Ada Dendam dan Asmara Terlarang

EKSKLUSIF, Kronologi Penembakan Ustaz Armand: Ada Dendam dan Asmara Terlarang

Berikut kronologi yang dipaparkan pihak kepolisian dari Polres Tangerang Kota atas penembakan ustaz Armand
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Apa Kabar Indonesia Mala
20:00 - 21:30
Catatan Demokrasi
21:30 - 22:00
Kabar Utama
22:00 - 22:30
Buru Sergap
22:30 - 23:30
Kabar Hari Ini
23:30 - 00:00
Kabar Arena Malam
Selengkapnya