Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan menjadi pusat pelestarian identitas lokal melalui ajang Gebyar Seni Budaya Setu Babakan 2026.Â
Polres Metro Tangerang Selatan (Tangsel) bertindak seusai viral kasus dugaan kekerasan yang dialami sejumlah mahasiswa Katolik Universitas Pamulang (Unpam) saat melakukan ibadah di kawasan Babakan, Setu, Tangsel, Banten, Minggu (5/5/2024) kemarin.
Mari kita sejenak merenung pada pesona dan potensi ruang di Setu Babakan yang menjadi panggung bagi warisan budaya yang begitu berharga bagi masyarakat Betawi.
Surat edaran anak DPRD DKI Jakarta Purwanto yang akan menggelar resepsi pernikahan di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (16/7/2022) masih menjadi perbincangan hangat.
Setu Babakan dikenal oleh publik sebagai Kampung Betawi. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan kental dengan komunitas yang berkembang bersama dengan kesenian
Anggota DPRD DKI Jakarta Purwanto akan menggelar resepsi pernikahan anaknya pada Sabtu (16/7/2022) di Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Anggota DPRD DKI Jakarta Purwanto menjelaskan skema pernikahan anaknya yang akan digelar di Setu Babakan agar masyarakat tidak salah paham, Rabu (13/7/2022).
Surat edaran masyarakat yang diimbau tidak melintasi Jalan Setu Babakan karena anak anggota DPRD DKI Jakarta Purwanto gelar pernikahan viral di medsos Twitter
Mengenal lebih dekat Setu Babakan. Setu Babakan merupakan kawasan cagar budaya Betawi. Lokasinya di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Ada surat edaran anak anggota DPRD yang akan menggelar resepsi pernikahannya selama 16 jam di Setu Babakan. Netizen di Twitter terbagi menjadi dua kubu.
Anak anggota DPRD akan menggelar resepsi pernikahan di Setu Babakan, tapi warga malah diimbau untuk tidak melintasi jalan tersebut. Surat viral di Twitter.
Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras di dunia maya cukup terkenal karena kontroversi. Sebelum kejadian ini, konten kreator pernah menyinggung penceramah UAS dan UAH menuai kecaman.