BPBD Kotim) menyampaikan sejumlah wilayah kabupaten setempat terendam banjir dalam beberapa hari terakhir disebabkan curah hujan tinggi di wilayah hulu Sungai Cempaga.
Bencana alam kembali melanda Kotawaringin Timur, setelah kebakaran hutan dan lahan melanda Kotim saat kemarau panjang, kini giliran kota Sampit yang kebanjiran.
Kotawaringin TImur masih saja dikepung kabut asap pekat, hal itu tidak hanya mempengaruhi aktivitas di darat namun juga lalu lintas di perairan sungai Mentaya.
Akibat Karhutla, udara di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dinyatakan tidak sehat bagi manusia, hewan dan tumbuhan.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih terus terjadi hingga BPBD harus mengerahkan helikopter WB untuk pemadaman.
BPBD Kotim mengevakuasi ibu dan balitanya, karena asap Karhutla yang berada di sekitar tempat tinggalnya yang memang dekat dengan lokasi kebakaran lahan gambut.
Gudang tersebut berisi barang berupa pipa paralon, ember, gayung mandi, karpet, tikar plastik, korek gas, dan kursi plastik. Kerugian mencapai lebih 5 Milyar.
Hingga Senin dinihari (13/6/22), Kebakaran gudang berisi barang plastik belum menunjukkan tanda-tanda padam. Kebakaran terjadi sejak Minggu sore pkl. 15.00 Wib.
Hingga 9Â jam lebih petugas berjibaku memadamkan kebakaran gudang berisi barang plastik di Kotim. Meski kobarannya sudah kecil namun pemadaman masih berlangsung.
Skuad mahal Timnas Indonesia pilihan John Herdman jelang FIFA Series 2026 yang mencapai ratusan miliar rupiah sampai membuat media Vietnam ikut tercengang.
Keputusan John Herdman memilih skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 menuai pro dan kontra. Netizen soroti soal Mauro Zijlstra hingga Ezra Walian.
PSSI dikabarkan sudah menghubungi 3pemain keturunan dari Belanda hingga Australia. Mereka diprediksi akan dinaturalisasi dan memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM tak segan meminta pegawainya keluar dari pekerjaannya di momen Lebaran 2026 di kantor dinas Gedung Pakuan Bandung.
Bung Harpa mencoba memprediksi cara berpikir John Herdman yang lebih memilih Cahya Supriadi dan bukan Teja Paku Alam ataupun Ernando Ari di Timnas Indonesia.