Sosok kakek berumur 63 tahun bernama Haji Sondani menjadi sorotan publik setelah video pernikahannya dengan seorang gadis, Fia Berlanti (19), viral di jagat maya. Pasalnya umur mereka terpaut sangat jauh hingga 44 tahun.ÂÂ
Haji Sondani, kakek berusia 63 tahun viral setelah menikahi gadis muda, Fia Berlanti (19). Dalam pernikahan ini, mahar yang diberikan mencapai RP700 juta. Menurut H Sondani, setidaknya ada 3 acara adat yang sudah berjalan dan menggelontorkan uang yang tidak sedikit. ÂÂ
"Kemaren ke Guci, rencananya umroh tanggal 30 Juni 2022 bersama 6 orang bersama istri dan saya, setelah itu mau ke Bali," papar Haji Sondani dengan wajah berseri saat ditemui Sabtu (21/05/22).
"Yang pertama ada pasrahan, pihak laki-laki memberikan sejumlah uang kepada keluarga perempuan. Lalu lamaran berupa barang-barang perabotan rumah totalnya Rp11 juta, dan ke tiga mas kawin senilai Rp100.050.000," ujarnya.
"Anak saya dari almarhum istri pertama ada 5, semuanya sudah saya penuhi kebutuhannya mulai dari rumah, dan mobil. Masa istri saya tidak diberikan hak yang sama," katanya saat ditemui Sabtu 21 Mei 2022.
"Beliau kerap mengumrohkan warga sini. Biasanya beliau mengadakan undian umroh gratis bagi masyarakat umum. Warga tinggal daftar saja," papar Andi saat ditemui tvOnenews.com pada Sabtu (21/05/22) siang.
SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil