Dalam mendukung upaya-upaya produksi di Kabupaten Landak, Pemprv menginginkan mengurangi resiko sampar atau flu babi afrika di Wilayah Kalimantan Barat.
Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur melaporkan sebanyak 233 ekor babi di provinsi berbasis kepulauan itu mati mendadak selama periode Desember 2022 hingga Januari 2023.
Sampel organ tubuh babi yang mati mendadak di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, positif terpapar virus African Swine Fever (ASF) atau virus flu babi Afrika.