Riset dari Binus University (Binus) berjudul "Analisis Mahadata Kebijakan Hilirisasi: Strategi dan Diplomasi Indonesia Menghadapi Dinamika Global" mengungkap hilirisasi di Indonesia diadopsi oleh sejumlah negara.
Nikel dan pasir silika menjadi tulang punggung pengembangan industri kendaraan listrik (EV) dan panel surya dan berperan penting dalam transisi energi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mendukung hilirisasi nikel yang dicanangkan oleh pemerintah Prabowo-Gibran.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa melalui hilirisasi industri juga, Indonesia mampu mendorong nilai tambah dan menggenjot lapangan kerja baru.
Salah satu momen menarik dalam ujian Bahlil di UI adalah ketika Prof. Didik Junaidi Rachbini memberikan pertanyaan tajam terkait hilirisasi industri nikel.
Di era Jokowi, Indonesia menapaki hilirisasi di sektor mineral seperti nikel dan bauksit, serta sektor agro seperti kelapa sawit dan komoditas pertanian lain.
10 tahun Jokowi menjabat, Indonesia telah menempatkan hilirisasi sebagai pilar utama kebijakan ekonominya dalam beberapa tahun, khususnya nikel dan sawit.
Melalui hilirisasi industri, Jokowi ingin mengubah wajah ekonomi RI dari pemasok bahan mentah menjadi negara yang memproduksi barang bernilai tambah tinggi.
Menurut Kementerian Investasi, hilirisasi dikerjakan Jokowi terbukti memberikan dampak besar pada perekonomian RI dan akan dilanjutkan oleh Prabowo Subianto.
Lebaran sebentar lagi, jelang Hari Raya Idul Fitri terdengar lantunan takbir sebagai bentuk kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh
MUI menyarankan agar masyarakat Muslim di Indonesia menantikan pengumuman resmi dari Sidang Isbat yang akan dilaksanakan pemerintah pada Kamis, 19 Maret 2026.