Sebanyak 110 kepala keluarga (KK) korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, masih menunggu kejelasan pembayaran ganti rugi pembangunan hunian sementara (huntara) mandiri yang sebelumnya telah mereka bangun secara swadaya pascabencana.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh (Satgas PRR) sempat mendapati kondisi fasilitas septictank MCK komunal di Huntara Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol telah penuh dan meluap sehingga berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh terus memastikan fasilitas hunian sementara (Huntara) pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh mengungkap jika roda pemerintahan mauli kembali stabil pasca dilanda bencana banjir bandang.
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pasca-Bencana (PRR) terus berupaya merealisasikan kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) bagi penyintas bencana di Aceh.
Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pascabencana (PRR) menjelaskan pemutakhiran data kebutuhan hunian sementara (huntara) terus dilakukan untuk memastikan seluruh
Kehadiran Presiden Prabowo bersama Kasatgas PRR Tito Karnavian di Aceh Tamiang menjadi simbol kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Pasca Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto meninjau hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Di tengah proses pemulihan bencana banjir Aceh Tengah, kehadiran huntara menjadi solusi penting untuk menjembatani kebutuhan tempat tinggal sebelum pembangunan
PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jeuram mulai menyalurkan listrik ke sejumlah titik hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, mengatakan pemerintah menargetkan seluruh pengungsi segera meninggalkan tenda darurat dan pindah ke hunian sementara dalam waktu dekat pada bulan suci Ramadhan.
Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Setelah menghabisi nyawa dari istri siri dan anak kandungnya, pelaku pembunuhan di Madiun yakni DBS sempat membeli mesin giling serta tas kresek sampah hitam.