Klaster penularan Covid-19 terjadi di salah satu SMA swasta di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Sebanyak 28 siswa sekolah tersebut positif terpapar Covid-19.
Klaster Covid-19 dari lembaga pendidikan kembali muncul di Sleman, Yogyakarta. Sebanyak 9 orang siswa dan 2 guru SMP Negeri 2 Sleman dinyatakan positif Covid-19
Pembelajaran Tatap Muka di 2 Sekolah Menengah Pertama di Gunungkidul dihentikan, menyusul puluhan siswa dan sejumlah guru yang terkonfirmasi positif Covid-19.Â
Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sleman, Yogyakarta terus meningkat. Data Satgas Covid-19 DIY mencatat hari ini ada 248 penambahan kasus baru di Sleman.
Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Provinsi Lampung yang rencananya dilaksanakan pada 7 Februari 2022, dihentikan sementara menyusul meningkatnya klaster Covid-19 di sekolah
Untuk menghindari penyebaran semakin ganas, gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Garut terpaksa memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM).Â
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana menjelaskan, berdasarkan data di lapangan, sejak dimulai PTM Terbatas Tahap 1, tidak terdapat kasus Covid-19 di sekolah tersebut.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.