Meskipun memutuskan tak perpanjang kontrak bersama Red Sparks, sosok Megawati Hangestri Pertiwi rupanya masih memiliki hal yang tersimpan bagi rekan-rekannya
Meskipun sudah memutuskan untuk tak perpanjang kontraknya bersama Red Sparks dan pulang ke Indonesia, sosok Megawati Hangestri Pertiwi rupanya masih membekas di Korea Selatan.
Meskipun memilih untuk tak perpanjang kontraknya bersama Red Sparks dan pulang ke Indonesia, sosok Megawati Hangestri Pertiwi masih membekas di Korea Selatan.
Meskipun tak perpanjang kontraknya bersama Red Sparks dan memilih pulang ke Indonesia, tampaknya Megawati Hangestri Pertiwi masih membekas di Korea Selatan.
Para pemain Red Sparks nampaknya masih belum move on atau tidak bisa melupakan sosok Megawati Hangestri yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya.
Kekalahan 0-6 Timnas Indonesia U-17 atas Korea Utara pada Senin (14/4/2025) masih menjadi pembahasan menarik di kalangan pencinta sepak bola Asia, salah satunya
Megawati Hangestri menjadi salah satu pemain penting untuk klub voli Korea Selatan, Daejeon Jung kwan Jang Red Sparks, pada gelaran Korean V League musim lalu.
Rekan Megawati Hangestri di tim voli Korea Selatan, Daejeon Red Sparks yakni Jung Ho-young memberikan pernyataan mengejutkan tentang penggemar voli Indonesia.
Banyak pemain Red Sparks heran dengan sikap dan perkataan Megawati Hangestri yang terbukti benar adanya. Bahkan para pemain Red Sparks sampai kagum denganÂ
Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Kiprah Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 memang berakhir tanpa trofi. Sorotan dari Vietnam, Bulgaria hingga Malaysia menjadi topik yang mencuri perhatian.
Pengamat Belanda menyebut para pemain diaspora Timnas Indonesia yang langsung menerima paspor WNI, tanpa pertimbangan matang sebagai tindakan yang "bodoh".